adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label seputar kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 09, 2011

Seks Bebas Laki-laki Tularkan Pada Wanita Kanker Serviks

Jakarta, Waspadalah bagi perempuan yang punya suami atau pacar yang sering gonta-ganti pasangan. Perempuan yang menjadi korban seks lelaki playboy rawan terkena kanker serviks dengan media penular si lelakinya.
Centers for Diseases Control and Prevention di Atlanta menyebutkan ada 50 organisme yang bisa menular lewat seks. Penyakit ini akan menyerang baik si lelaki maupun wanitanya.
Seorang lelaki bisa menjadi media penularan dari virus HPV (human pappiloma virus) yang menyebabkan kanker leher rahim (serviks). Makanya tak heran jika lelaki playboy dikatakan ‘penjahat kelamin’ karena gaya seks gonta ganti pasangan rawan menularkan penyakit kelamin.
Seperti yang pernah dijelaskan dr Melissa S Luwia, MHA dari Yayasan Kanker Indonesia ketika seorang perempuan memiliki risiko kanker serviks lalu berhubungan seks dengan lelaki, tapi kemudian lelaki itu melakukan hubungan seks lagi dengan wanita lain. Si wanita lain ini bisa tertular kanker serviks dari perempuan satunya dengan media penularan si lelaki tersebut.
Mantan Presiden Argentina, Juan Peron juga diduga menjadi perantara penularan kanker serviks uteri dari istri pertama ke istri kedua.
Juan Domingo Peron yang pernah memimpin Argentina selama 3 periode tercatat beberapa kali menikah. Pernikahan pertama dan kedua berakhir dengan kematian sang istri, yang disebabkan oleh penyakit yang sama.
Istri pertama Peron adalah Aurelia Tizon, yang memiliki nama panggilan Potota. Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini meninggal karena kanker serviks uteri pada usia 29 tahun, selang 13 tahun sejak pernikahannya dengan Peron.
Pada tahun 1952, giliran istri dari pernikahan kedua Peron yang meninggal. Maria Eva Duarte de Peron atau dikenal sebagai Evita Peron meninggal pada usia 33 tahun, juga karena kanker serviks urteri.
Dikutip dari Medscape, Selasa (8/6/2010), ada banyak faktor risiko yang dimiliki Evita. Selain diduga mengenal aktivitas seks di usia yang terlalu muda, Evita juga menikahi Peron yang sudah pernah berhubungan seks dengan perempuan lain.
Sementara di dunia saat ini ada 10 penyakit seks yang paling sering dialami orang yang suka gonta-ganti pasangan.
1. Herpes Genital
Hampir 31 juta orang Amerika, satu per enam jumlah penduduk Amerika-pernah menderita herpes genital. Herpes, yang disebabkan oleh virus herpes simplex tipe 2, adalah infeksi seumur hidup yang menyebabkan lecet-lecet pada alat kelamin yang biasanya datang dan pergi.
Ada pria yang tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi mereka tetap bisa menulari orang lain. Acydovir (Zovirox), sebuah obat yang diresepkan, dapat meringankan gejala-gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan. Lecet-lecet karena herpes tersebut bisa meningkatkan risiko tertular AIDS melalui luka di darah.
2. Sifilis (Penyakit Raja Singa)
Juga dikenal dengan nama Great Imitator karena gejala-gejala awalnya mirip dengan gejala-gejala sejumlah penyakit lain. Sifilis sering dimulai dengan lecet yang tidak terasa sakit pada penis atau bagian kemaluan lain dan berkembang dalam tiga tahap yang dapat berlangsung lebih dari 30 tahun.
Secara umum, penyakit ini dapat membuat orang yang telah berumur sangat menderita, karena dapat mengundang penyakit jantung, kerusakan otak, dan kebutaan. Apabila tidak diobati, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian. Kira-kira 120.000 orang di AS tertular sifilis tiap tahun.
3. Gonore (Kencing Nanah)
Penyakit ini telah dikenal sejak dahulu, menyerang sekitar 1,5 juta orang Amerika, baik pria maupun wanita, setiap tahun. Meskipun sering tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Kalau tidak diobati, penyakit ini dapat berkembang menjadi artritis, lepuh-lepuh pada kulit, dan infeksi pada jantung atau otak. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotika.
4. Klamidia
Kondisi ini mempunyai gejala mirip gonore, walaupun bisa juga muncul tanpa gejala. Di Amerika, klamidia termasuk penyakit yang paling mudah diobati, tetapi mudah juga menginfeksi, yaitu sekitar 4 juta orang setiap tahun. Penyakit ini dapat menyebabkan artritis parah dan kemandulan pada pria. Seperti sifilis dan gonore, penderitanya dapat disembuhkan dengan antibiotika.
5. Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart)Di Amerika, kasus kutil pada alat kelamin ini mencapai 1 juta setiap tahunnya. STD ini disebabkan oleh sejenis virus papiloma, yang terkait dengan kanker penis serta anus. Obatnya tidak ada, walaupun kutil yang terjadi dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan. Akan tetapi setelah itu gejala yang sama dapat datang kembali.
6. Hepatitis B
Penyakit ini dapat berlanjut ke sirosis hati atau kanker hati. Setiap tahun kasus yang dilaporkan mencapai 200.000, walaupun ini satu-satunya STD yang dapat dicegah melalui vaksinasi.
7. Kanker prostatDalam sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Rosenblatt dari University of Illinois, diketahui bahwa dari 753 pria yang disurvei, terdapat hubungan antara kanker prostat dan banyaknya berhubungan seksual dengan beberapa orang. Pria yang sering melakukan seks dengan banyak wanita berisiko 2 kali lipat terkena kanker prostat.
8. Kanker Serviks (leher rahim)
Hampir 95 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV), dan 33 persen wanita dilaporkan punya virus tersebut, yang menyebabkan adanya sakit di leher rahim. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.
9. HIV/AIDS
Pertama kali ditemukan pada tahun 1984. AIDS adalah penyakit penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya.
10. Trichomoniasis
Bisa menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi berbuih atau berbusa. Ada juga yang tidak mengalami gejala apapun. Penyakit ini bisa menyebabkan bayi terlahir prematur jika sang ibu menderita penyakit ini saat hamil.
Sangat penting mengetahui bahwa hubungan seksual bukan hanya sekedar hubungan intim. Kontak seksual seperti ciuman, oral seks dan penggunaan alat bantu seks seperti vibrator juga berisiko menularkan virus.
Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran dan tidak mendapatkan penyakit itu adalah dengan berhubungan seks dengan satu pasangan. Penggunaan kondom memang bisa mencegah penyakit HIV dan gonorrhea, tapi kurang efektif mencegah herpes, trichomoniasis, chlamydia dan HPV.(detikhealt)

Kamis, Januari 27, 2011

Bisakah Payudara Dibesarkan dengan Krim?

shutterstock

KOMPAS.com 
— Para wanita yang bercita-cita memiliki payudara penuh, tetapi takut dengan pisau bedah, kini memiliki pilihan untuk mewujudkan keinginannya berkat kehadiran krim pembesar payudara yang diklaim mampu meningkatkan ukuran hingga setengah cup.
Krim yang disebut Boob Job ini dibanderol dengan harga 125 poundsterling (sekitar Rp 1,7 juta) dan dianggap lebih murah daripada melakukan operasi pembesaran payudara.
Rodial, perusahaan kosmetik produsen krim ini, mengatakan bahwa cara penggunaannya cukup mudah, yakni tinggal dioleskan ke bagian dada setiap hari selama dua bulan. Dengan demikian, mahkota tubuh wanita ini akan lebih keras dan membesar hingga 2,5 sentimeter. Manfaat lainnya adalah membuat kulit terasa lebih kenyal dan menghilangkan keriput.
Para selebriti berdada penuh seperti Scarlett Johansson, Kelly Brook, dan Victoria Beckham pun disebut-sebut sudah menjadi pelanggan krim ini.
Walaupun klaim krim itu tampak meyakinkan, para ahli tampak skeptis dengan khasiat krim Boob Job. "Produk serupa sebelumnya juga pernah ada, tetapi tidak menunjukkan hasil yang efektif," kata Dalia Nield, konsultan bedah plastik dari London Clinic, Inggris.
Selain itu, lanjut Nield, bahan-bahan aktif yang digunakan tidak disebutkan dengan jelas di kemasan produk. Bahkan, ia juga mencurigai efek samping produk ini. "Bila pengguna memiliki kulit yang sensitif, maka krim tersebut bisa membuat bagian payudara teriritasi," katanya
.

Pria Wajib Tahu 5 Hal soal Payudara Wanita

shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com —  
Payudara adalah salah satu mahkota bagi kaum Hawa. Bagian tubuh yang satu ini adalah organ seksual yang menjadi obsesi para pria. 
Tak sedikit dari mereka terpana, penasaran, atau curi-curi pandang hanya untuk menatapnya. Sementara kaum perempuan sangat melindunginya dan hanya sedikit saja rela menunjukkan bagian dari mahkotanya. 
Namun, di balik keindahan bentuknya, banyak pria tidak paham soal organ seksual ini. Kaum lelaki juga tak mengerti  tentang persepsi para perempuan soal bagian tubuh yang menjadi kebanggaannya itu.
Nah, untuk mengungkap fakta, para pakar seksualitas perempuan melakukan survei terhadap sekitar 700 responden.  Inilah beberapa temuan penting yang harus diketahui kaum Adam agar mau memahami dan lebih menghargai mahkota milik para perempuan ini.
1. Payudara adalah pesona
Tiga perempat perempuan yang dilibatkan dalam survei setuju bahwa ketertarikan pria pada payudara perempuan tidaklah merugikan. Tujuh puluh persen perempuan berasumsi bahwa kebanyakan pria tersihir pesona organ tubuh yang satu ini.
Namun tentu saja, ini bukan berarti pria bisa seenaknya memperlakukan atau memperolok payudara perempuan. "Benar-benar tidak ada maaf kalau Anda tidak sopan atau terus menatapnya,” ungkap Debby Herbenick, Ph.D., peneliti seksual dari Indiana University’s Kinsey Institute.
Oleh sebab itu, jagalah kesopanan. Kalau Anda suka, cukuplah menikmati keindahannya secara pribadi. Tetap hormati perempuan di depan umum karena sudah menjadi kewajiban pria menghargai setiap perempuan. 
2. Perempuan lebih mencintai payudaranya
Sebagian besar perempuan memandang payudaranya sebagai identitas seksualnya, lebih dari sekadar asesoris fashion atau anggota tubuh lainnya. Sekitar 62 persen perempuan lebih senang membuka bagian atas tubuh mereka ketimbang bagian bawahnya, dan 78 persen perempuan mengaku lebih menyukai posisi woman-on-top karena mereka dapat memamerkan payudaranya saatngeseks.
Perempuan juga kerap memanfaatkan mahkotanya sebagai suatu kelebihan.  Sebanyak 87 persen responden yang disurvei menilai bahwa wanita yang melakukan "upaya memamerkan" payudaranya mendapatkan perlakuan istimewa.
3. Perempuan bisa sangat bermasalah dengan payudaranya
Ketika seorang perempuan tumbuh besar, ada faktor emosi yang berkaitan  dengan pertumbuhan payudaranya. Faktanya, perubahan pada payudara juga bisa jadi persoalan yang sangat rumit. Rata-rata seorang perempuan mengalami perubahan ukuran payudara hingga enam kali saat dewasa. 
Siklus haid bulanan, pil kontrasepsi, perubahan berat badan, kehamilan, dan menyusui adalah faktor-faktor yang memengaruhi bentuk, ukuran dan perasaan kaum Hawa terhadap payudara.
"Hal terseksi yang dapat dipakai seorang perempuan adalah menggunakan kepercayaan dirinya. Jika dia merasa kurang pede, bantulah dia supaya merasa lebih nyaman dengan tubuhnya," ungkap Elisabeth Squires, penulis buku Boobs: A Guide to Your Girls.
4. Di tempat tidur, pria tak tahu apa-apa
Herbenick menyatakan, kaum Adam biasanya melakukan dua kesalahan dalam memperlakukan mahkota perempuan ini. “Pria cenderung menyentuhnya seperti mereka menikmati saat disentuh (biasanya secara halus atau pun kasar), atau mereka melakukannya dengan cara seperti yang pernah disukai pasangan sebelumnya,” ujarnya
Padahal, para perempuan justru tak selalu menyukai cara seperti itu . "Setiap wanita memiliki perasaan berbeda tentang payudaranya,"  kata seksolog Dr Logan Levkoff penulis buku How to Teach Them to Become Sexually Healthy Adults.
Logan punya trik untuk mengatasinya:  Setiap kali pasangan melepas bra di hadapan Anda, lupakan semua memori Anda sebelumnya tentang  payudara. Hal ini pun bahkan bermanfaat untuk Anda yang sudah berpasangan selama bertahun-tahun. Mulailah dengan cara berpura-pura, seakan Anda belum pernah melihatnya.
"Anda akan belajar dan belajar lagi bagaimana seseorang mendesah, mengerang, dan menjerit ketika Anda menyentuhnya. Anda tidak akan pernah terjebak pada rutinitas lama," kata Herbenick.
5. Payudara perkuat ikatan emosional
"Payudara tidak melulu menyangkut seks," kata Levkoff, "dan ketika Anda menyadarinya, para perempuan akan sangat menghargainya.”
Levkoff berpesan, pria sebaiknya belajar memanfaatkan momen intim dengan  pasangan tanpa embel-embel seks . Contohnya, ketika Anda sedang bersantai bersama pasangan saat menonton TV. "Merebahkan kepala di atas dadanya dapat memberi si dia kekuatan maternal pada Anda," kata Levkoff.
Tip lain: Jika sang istri mengeluhkan sakit pada payudaranya, coba tawarkan diri Anda untuk memijatnya. Tapi sekali lagi, lakukanlah dengan cara non-seksual
.

Implan Payudara Berisiko Kanker?

Telegraph
Ilustrasi


WASHINGTON, KOMPAS.com - Otoritas Keamanan Pangan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) menyatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan adanya risiko dan hubungan antara implan payudara dan sejenis kanker langka.   
Kanker yang disebut anaplastic large cell lymphoma (ALCL), yang menyerang nodus limfa dan kulit, juga dilaporkan muncul pada jaringan parut yang tumbuh di sekitar implan payudara. Menurut  Lymphoma Research Foundation, selain jarang ALCL juga dikenal sebagai jenis kanker darah yang agresif, dan menyumbang sekitar  3 persen dari seluruh kanker darah pada dewasa.
FDA telah meminta seluruh tenaga medis di AS untuk melaporkan seluruh kasus kanker tersebut sehingga mempermudah proses penelitian. FDA sejauh ini mencatat angka kejadian kanker jenis ini hanya sekitar 60 kasus di seluruh dunia, atau di antara 5 hingga 10 juta wanita yang memakai implan payudara. FDA juga melakukan kajian dengan melihat kembali literatur pada 1997 dan meneliti informasi yang diperoleh dari negara-negara dan pihak industri.
Sebagian besar kasus kanker jenis langka ini dilaporkan setelah pasien mencari pengobatan untuk keluhan yang mereka alami seperti rasa sakit, bengkak, benjolan dan masalah lain di sekitar lokasi bekas operasi implan.
"Kami sangat tertarik untuk memahami lebih mendalam soal pasien-pasien mana yang lebih berisiko dan jenis implan mana yang akan menimbulkan risiko lebih tinggi," ungkap Dr. William Maisel, salah satu peneliti di FDA.
FDA sejauh ini belum melihat adanya perbedaan rata-rata kasus kanker di antara pasien yang memakai implan silikon maupun saline. Mereka pun tidak menemukan perbedaaan pada pasien yang melakukan implan untuk alasan kosmetik dengan pasien yang melakukan operasi untuk alasan rekonstruksi setelah kanker payudara.
Oleh karena kasus kanker ini sangat jarang, para peneliti FDA mengindikasikan bahwa kajian ini  tidak akan mudah untuk disimpulkan. "Penelitian awal dibutuhkan untuk mengumpulkan hingga ratusan ribu wanita selama lebih dari 10 tahun. Kemudian, kausalitasnya pun mungkin saja tidak dapat disimpulkan," papar otoritas tersebut.
FDA saat ini akan terus bekerja sama dengan American Society of Plastic Surgeons dalam mencatat pasien-pasien penderita kanker dan kemudian memantau perkembangan mereka sepanjang waktu.

Pola Hidup Sehat Cegah Kista dan Mioma




Shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Sedikit kaum hawa di negeri ini yang memahami perbedaan antara penyakit kista dan mioma (myom). Memang, kedua penyakit ini sama-sama semacam tumor yang menyerang organ reproduksi perempuan. Pada tingkat tertentu kista dan mioma bersifat jinak.
Hanya saja, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Yang pertama adalah lokasi tempat tumbuhnya kista dan mioma. Lokasi pertumbuhan kista berada pada indung telur (ovarium). Dus, penyakit ini kerap disebut dengan istilah kista ovarium.
Adapun mioma tumbuh pada otot rahim kaum perempuan. "Berbeda dengan kista yang tumbuh di luar rahim. Di sini letak perbedaannya," kata Martin Walean, dokter kandungan RS Permata Bunda.
Pertumbuhan mioma, atau istilah medisnya mioma uteri, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain status hormonal. Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada aktivitas rahim, khususnya hormon estrogen.
Hormon estrogen dapat merangsang pertumbuhan tumor yang satu ini. Sebab, jaringan mioma memiliki jumlah reseptor estrogen yang lebih tinggi daripada jaringan otot kandungan. Jadi kerap tumbuh lebih cepat pada masa usia reproduksi, terutama pada masa kehamilan.
Yang membuat mioma berbahaya adalah karena ia dapat tumbuh lebih dari satu lokasi di dalam rahim, dengan berat dan ukuran bervariasi. "Ini menyebabkan gangguan pada rahim," ujar Mulyadi Tedjaprana, Direktur Klinik Medizone.
Perbedaan kedua adalah wujudnya. Apabila kista ovarium berbentuk kantong yang berisikan cairan, mioma berbentuk padat.
Menurut Boyke Dian Nugraha, ahli kandungan dari Klinik Pasutri Tebet, Jakarta, untuk bisa membedakan kista dan mioma dapat dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) empat dimensi. "Karena, cukup sulit membedakan keduanya dengan pemeriksaan konvensional," katanya.
Boyke menambahkan, saat ukuran kista dan mioma mulai membesar, diperlukan penanganan khusus, misalnya tindakan pengangkatan laparoskopi dan laparatomi. "Tindakan ini hanya disarankan kepada wanita, yang ukuran kista atau miomanya di atas 5 sentimeter," ungkap Boyke.
Meski belum diketahui penyebab munculnya kista ataupun mioma, Mulyadi Tedjapranata menyatakan bahwa kedua tumor jinak itu dapat dihindari dengan penerapan pola hidup yang sehat dan berkualitas.
Untuk menghindari kedua penyakit tersebut, saran Boyke, ada baiknya kaum wanita mengurangi asupan makanan yang dapat memicu produksi hormon estrogen, seperti tahu dan tempe, atau kacang kedelai. "Itu bisa merangsang timbulnya mioma," tandas Boyke.
Pola hidup sehat lainnya, timpal Mulyadi, mengurangi konsumsi makanan berlemak dan sering mengonsumsi makanan kaya serat. Selain itu, hindari pemberian zat tambahan pada makanan. Yang paling penting adalah rutin berolahraga. "Kebiasaan rokok dan alkohol jelas harus dihentikan. Kalau bisa, juga hindari stres," tegas Mulyadi.
Meski hanya 0,1% dari total kasus tumor jinak ini yang berkembang menjadi kanker ganas, menurut Martin, bukan tidak mungkin ke depannya akan makin banyak perempuan yang mengidap kista atau mioma. "Jika tidak dicegah sedari dini, kista dapat tumbuh jadi kanker ovarium mematikan," kata dia.
Saat ini, menurut Martin, kanker ovarium merupakan penyebab kematian utama pada kasus penyakit ginekologi di Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, kanker ovarium merupakan penyakit kelima yang menyebabkan kematian perempuan setelah kanker paru-paru, kolorektal, payudara, dan pankreas.
Catatan saja, di AS, sebelum tahun 1998, kasus kanker ovarium pada perempuan berusia di bawah 50 tahun mencapai 5,3 per 100.000 kasus. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1998 tercatat merudi 41,4 per 100.000 kasus yang menimpa perempuan di atas 50 tahun. (Raymond R, Andrie Indradie)

Kamis, Desember 23, 2010

Kanker Vagina


Apa sih kanker vagina Kaum wanita sepertinya memang harus ekstra hati-hati dalam menjaga kesehatan organ intimnya. Tak sedikit penyakit berbahaya yang bisa mengancam keselamatan kaum wanita. Salah satu ancaman yang cukup serius bagi organ intim perempuan adalah kanker vagina. Kanker vagina, apa sih kanker vagina?
Kanker vagina merupakan kanker (tumor ganans) yang menyerang organ intim wanita yaitu vagina. Kanker ini tergolong jenis kanker yang langka. Diperkirakan kejadiannya hanya sekitar 1 dari 1000 seluruh kasus kanker yang ada, dan hanya sekitar 2-3% dari kasus kanker yang menyerang system resproduksi wanita. Meskipun demikian, bukan berarti wanita boleh menutup mata terhadap fenomena ini. Wanita tetap harus waspada akan resiko kemungkinan timbulnya jenis kanker yang berbahaya ini. Kanker ini bila dibiarkan dapat menyebar (metastase) ke organ lain seperti paru-paru, hati, panggul, dan lebih berbahaya lagi juga dapat berujung pada kematian.
Seperti kebanyakan tipe kanker lainnya, kanker vagina sering tidak memperlihatkan gejala awal. Sebagian besar kasus kanker vagina ditemukan saat melakukan pemeriksaan papsmear rutin. Melihat kemungkinan kanker vagina yang seringkali baru terdeteksi setelah stadium lanjut, maka saya rasa penting sekali bagi wanita untuk secara rutin melakukan pemeriksaan papsmear dan pemeriksaan panggul. Umumnya papsmear dan pemeriksaan panggul dilakukan setiap 2-3 tahun sekali.
Meskipun gejala awalnya sulit terlihat, namun dalam perkembangannya kanker vagina dapat memperlihatkan gejala umum yang juga perlu diperhatikan.
Gejalanya adalah:
  • Timbulnya pendarahan yang tidak sakit dari vagina. Pendarahan tersebut biasanya terjadi di luar siklus normal haid (keluar darah yang bukan darah haid).
  • Keluarnya darah yang terlalu banyak, pada saat menstruasi, haid yang begitu berat dan mengganggu, serta terjadi perubahan siklus haid menjadi tidak teratur.
  • Pendarahan setelah masa menopause.
  • Pendarahan dan rasa sakit setelah berhubungn intim. Selain itu juga bisa timbul gejala keluarnya cairan berlebih dari vagina setelah berhubungan intim.
  • Keluarnya carian encer dari vagina yang terkadang disertai darah dan bau kurang sedap.
  • Terdapat benjolan seperti kutil pada vagina.
  • Timbul nyeri di sekitar area panggul.
  • Nyeri saat berkemih, terutama karena kanker sudah menyebar ke kandung kemih. Ada darah di urin, dan lebih sering pipis.
  • Konstipasi berkepanjangan dan terkadang timbul rasa sakit di anus.
Bila Anda menemukan gejala-gejala yang mencurigakan seperti di atas, maka sebaiknya Anda harus lebih waspada dan segera memeriksakan diri ke doter. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemeriksaan fisik, papsmear, pemeriksaan panggul, biopsi (pengambilan sampel jaringan), dan kolposkopi (pemeriksaan dengan suatu alat kaca pembesar untuk melihat area vagina dan rahim).
Bila memang positif ditemukan kanker vagina, pemeriksaan lainnya juga perlu dilakukan untuk

Kanker Vagina, Bagaimana cara mencegahnya?


cara mencegah kanker vagina Anda tentu sudah membaca artikel saya sebelumnya mengenai kanker vagina (bila Anda belum membacanya, saya sarankan Anda untuk membacanya terlebih dahulu di sini). Dalam tulisan itu, saya hanya memberikan gambaran secara garis besar mengenai kanker vagina, kanker yang juga patut diwaspadai kaum perempuan. Kali ini, saya akan menulis tentang bagaimana cara mencegah kanker vagina.
Walaupun seseorang yang menderita kanker vagina stadium dini masih bisa disembuhkan, namun saya yakin tidak ada seseorang pun yang ingin terkena kanker mematikan ini. Terlebih seseorang yang sudah pernah terkena kanker vagina, akan lebih besar resikonya menderita jenis kanker resproduksi lainnya. Untuk itu, pencegahan adalah cara yang paling tepat untuk melawan kanker vagina.
Seperti kasus kanker lainnya, kanker vagina merupakan penyakit yang tidak bisa dicegah 100%. Hal yang dapat kita lakukan adalah menurunkan resiko munculnya kanker tersebut, yaitu:
  • Vaksinasi HPV
    HPV diyakini memiliki keterikatan yang kuat terhadap munculnya sel abnormal yang bisa berkembang menjadi kanker vagina. Untungnya saat ini tersedia vaksin (vaksin Gardasil) yang diyakini dapat melawan dua strain virus HPV yang bisa memicu kanker vagina, yaitu HPV tipe 16 dan 18. Jenis vaksin ini juga dapat memberikan perlindungan kepada wanita dari kemungkinan timbulnya kanker serviks.
    Dengan semakin berkembangnya penelitian mengenai kanker dan virus HPV, gadis-gadis zaman sekarang mungkin menjadi lebih beruntung ya ;-) , karena mereka bisa mendapatkan perlindungan yang lebih dini, sebelum mereka aktif secara seksual. Proteksi tersebut dilakukan dengan cara imunisasi rutin vaksin HPV pada gadis-gadis yang sudah bisa dimulai dari usia 9 tahunan.
    Federal Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) merekomendasikan agar vaksin HPV diberikan pada gadis berusia 11 atau 12 tahun. Bagi wanita yang berusia 13 – 26 tahun yang belum mendapatkan vaksin HPV saat mereka berusia 11 atau 12 tahun dulu, maka dianjurkan untuk melakukan imunisasi vaksin lanjutan.
    Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 kali selama kurun waktu 6 bulan. Suntikan kedua diberikan 2 bulan setelah suntikan pertama, sementara suntikan ketiga diberikan 4 bulan setelah suntikan kedua.
    Satu hal yang ingin saya tekankan di sini adalah, vaksin HPV bukan berarti vaksin kanker vagina (untuk mencegah kanker vagina). Vaksin HPV tersebut dimaksudkan untuk mencegah infeksi virus HPV yang diyakini sebagai faktor resiko pemicu kanker vagina.
  • Melakukan seks yang sehat dan aman agar terhindar dari resiko terinfeksi HPV
    Vaksin HPV dapat memberikan perlindungan terhadap 2 strain virus HPV, namun tidak bisa memberikan proteksi terhadap keseluruhan strain virus HPV (diperkirakan sekitar 30 strain HPV dapat memicu timbulnya kanker pada area genital). HPV bisa menyebar dengan sangat cepat lewat hubungan seks yang tidak aman, maka melakukan seks yang aman dan sehat merupakan cara terbaik untuk menghindari dan mencegah kanker vagina. Seperti apa seks yang sehat itu? Tentunya seks yang tidak berganti-ganti pasangan. Amat disarankan untuk menggunakan kondom saat berhubungan intim. Dan sebaiknya tidak melakukan hubungan seks di usia yang masih sangat belia.
  • Melakukan pemeriksaan papsmear rutin khususnya bagi wanita yang sudah aktif secara seksual.Bibit sel kanker yang ditemukan lebih dini dapat segera ditangani sehingga kemungkinan untuk sembuh lebih besar. Wanita yang sudah aktif secara seksual sebaiknya melakukan pemeriksaan panggul dan Papsmear setiap 2-3 tahun sekali.
Selain beberapa poin pencegahan yang disebutkan di atas, menghindarkan diri dari faktor resiko kanker vagina seperti tidak merokok, lebih menjaga kebersihan organ intim dan menjalankan pola hidup sehat merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah timbulnya kanker vagina. Bila Anda ingin mengetahui faktor resiko kanker vagina

Minyak Ikan Menurunkan Resiko Kanker Payudara


Minyak ikan turunkan resiko kanker payudarainformasitips.com – Sebuah studi pendahuluan menerangkan bahwa mengkonsumsi suplemen minyak ikan dapat menurunkan resiko terkenanya kanker payudara. Studi tersebut melibatkan 35.016 perempuan yang tidak memiliki riwayat kanker payudara. Pada perempuan yang mengkonsumsi minyak ikan menunjukkan adanya penurunan resiko terkena kanker payudara sebesar 32% bila dibandingkan dengan perempuan yang tidak mengkonsumsi suplemen minyak ikan.
Peneliti dari Pusat Penelitian Fred Hutchinson Cancer di Seattle, Emily White, PhD, menerangkan bahwa sebenarnya belum ada bukti ilmiah yang cukup mengenai khasiat minyak ikan dalam menegah kanker payudara. Meskipun begitu, sebuah studi yang melibatkan 880 perempuan yang selama 6 tahun terakhir dalam hidupnya terkena kanker payudara menerangkan bahwa penggunaan suplemen minyak ikan menurunkan resiko serangan kanker payudara. Tetapi sayangnya para peneliti yang terlibat tidak memiliki informasi yang cukup mengenai dosis suplemen minyak ikan yang digunakan.
Mekanisme tepatnya bagaimana minyak ikan dapat menurunkan resiko kanker payudara masih belum sepenuhnya dipahami. Diduga kuat bahwa khasiat minyak ikan terhadap kanker payudara tersebut berhubungan dengan khasiat anti-inflammasinya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa proses inflammasi memegang peranan penting dalam berkembangnya kanker payudara dan beberapa jenis kanker yang lain.
Bette Caan, DrPh, seorang peneliti senior di Divisi Riset Kaiser Permanente Northern California di Oakland menegaskan bahwa dia tidak akan merekomendasikan suplemen minyak ikan untuk tujuan pencegahan atau penanganan kanker payudara, karena belum adanya data ilmiah yang mendukung. Tetapi jika mengkonsumsi untuk tujuan lain silahkan saja.
Lepas dari itu ,semua suplemen minyak ikan lebih kaya akan omega-3 bila dibandingkan dengan diet yang lain, dan itu bagus untuk kecerdasan kamu.