adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label kenikmatan seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenikmatan seksual. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 24, 2011

Puas Enggak Ya Pasanganku?

Puas Enggak Ya Pasanganku? Kepuasaan seksual suami/istri tak perlu diungkapkan dengan nyata, pun seharusnya pasangannya sudah tahu.

"Pasanganku puas tidak ya? Habis, dia diam saja sih?" Kita mungkin sering bertanya-tanya perihal kepuasaan yang diperoleh pasangan kita setelah berintim-intim. Sebab, tak seperti di film-film Barat yang kadang kepuasan itu diungkapkan secara nyata, secara verbal, maka di masyarakat kita kepuasan ini kadang tak terungkapkan hingga tak heran bila kita pun sering bertanya-tanya seperti itu.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, DSRM, MKes (MMR), sebenarnya sebagai suami-istri yang telah berhubungan lama seharusnya kita tahu dengan sendirinya apakah pasangan kita merasakan kepuasan atau tidak. Artinya, dari pengalaman, hal itu bisa didapat walaupun mungkin tak diungkapkan secara verbal. "Karena kepuasan sifatnya personal dan tak bisa dilihat secara fisik. Hanya bisa dirasakan oleh orang itu sendiri, orang lain tak bisa tahu. Dia yang bisa merasakan kalau yang ini kurang enak, tidak enak atau lebih enak. Kalaupun orang lain mengetahui, lebih secara perasaan tahunya."

Merasa Puas jika Pasangan Puas Menurut konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta, ini sah-sah saja kalau kepuasan itu lantas diungkapkan dengan verbal maupun tidak. "Kalau di Barat memang kepuasan itu mereka ungkapkan. Caranya bisa macam-macam. Bisa dengan teriakan-teriakan, eluhan, desahan, maupun gerakan yang vulgar kala berhubungan intim."

Sebetulnya, hal ini memang suatu yang bersifat alamiah. Banyak orang yang kalau merasakan suatu kenikmatan tertentu secara tak sadar atau spontan akan mengungkapkannya dengan teriakan, eluhan, desahan, dan lainnya itu. Hanya saja, pada kita memang hal ini tak jadi budaya. "Mungkin karena rasa malu atau ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran didengar orang hingga kepuasaan itu umumnya tak dilampiaskan atau dikeluarkan secara apa adanya, justru dipendam."

Dengan ungkapan kepuasaan secara nyata, mudah bagi kita mengetahui kepuasan pasangan kita. "Tapi, itu pun tak bisa jadi patokan karena bisa saja ungkapan itu dibuat-buat. Misal, bila perempuannya seorang yang ahli atau profesional dalam berhubungan seks, bisa saja dia buat-buat atau berpura-pura dengan berteriak dan sebagainya seakan-akan mendapat kenikmatan. Nah, pasangan biasanya tak akan tahu apakah itu betul-betul atau hanya berpura-pura." Dengan melihat pasangannya puas, itu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi pasangannya. Itu terjadi baik pada lelaki maupun wanita.

Perlu Keterbukaan Ferryal mengakui ungkapan kepuasan pada setiap orang berbeda-beda. "Mungkin ada yang mengungkapkannya dengan mengebu-gebu, meledak-ledak, dan ada juga yang kalem-kalem saja." Tak ada patokan yang pasti, apakah hal ini ada kaitannya dengan kepribadian orang tersebut atau tidak. "Sebab, ada juga orang yang pendiam, tapi mengungkapkan kepuasan seksnya dengan mengebu-gebu atau berisik. Karena itulah dikatakan tak tentu dan tak bisa dijadikan patokan."

Yang jelas, sebagai pasangan hidup, kita harus mengetahui secara pasti pasangan kita seperti apa. Termasuk juga bagaimana kalau ia merasa puas atau tidak. "Selain itu, untuk menjaga keharmonisan hubungan antarpasangan, perlu keterbukaan. Pembicaraan mengenai seks yang bebas alias tak ada batasannya. Bicara yang sevulgar apa pun tak masalah. Termasuk puas-tidaknya hubungan seks mereka. Misal, 'Kayaknya kita bosan dengan variasi seks yang ini, bagaimana kalau coba yang lain.' Dengan dibicarakan, maka akhirnya terbuka bahwa pasangan kita tak puas dengan hubungan seks yang itu-itu saja, hingga akhirnya bisa ketemu variasi yang memuaskan dan bisa dinikmati bersama."

Selama ini yang terjadi, paparnya, laki-lakilah yang paling sering mengungkapkan kepuasannya. "Lebih banyak kaum perempuan yang tak pernah mengungkapkannya. Maka itu, dari penelitian terakhir lebih dari 50 persen para istri di Indonesia tak pernah mencapai orgasme selama dia menikah. Hal ini menunjukkan bahwa dia tak pernah mendapatkan kepuasannya, kan?"

Kalau saja ada keterbukaan, tentunya hal seperti ini tak bakalan terjadi. "Mungkin karena takut, malu atau karena faktor budaya, maka wanita di kita kebanyakan cuma melayani suami, memuaskan suami, sementara dia sendiri tak puas. 'Saya, sih, tak apa-apa tak puas juga, yang penting, kan, suami. Toh, saya, kan, cuma melayani dan memuaskan suami.' Ungkapan seperti ini, kan, yang banyak terdengar di negara kita? Seakan-akan istri menganggap kalau dirinya tak perlu puas juga tak apa. Akibatnya, dia sendiri tak menganggap bahwa kepuasan seksual itu berhak untuk didapatnya."

Padahal, kepuasan seks bagi pasangan berkeluarga merupakan hak untuk kedua pasangan, baik perempuan maupun laki-laki. "Kalau dalam hubungan seksual tersebut pasangan tak pernah mendapatkan kepuasan, maka dia berhak menuntut kepuasan itu." Tentunya, bukan dengan cara ribut atau bertengkar, melainkan dengan mencari jalan keluarnya. Nah, jalan keluarnya adalah keterbukaan di antara pasangan. Begitu juga jika pasangan punya kekurangan, dibicarakan dan dicarikan jalan keluar bersama. Misal, kalau ada gangguan atau penyakit, maka dibicarakan untuk bersama-sama konsultasi ke ahlinya dan mencari penyembuhan. Jadi bukannya diam-diam atau dipendam karena hal itu justru bisa menimbulkan stres atau tekanan baru terhadap pasangan, baik itu pihak laki-laki atau perempuan.

Ejakulasi Tak Berarti Puncak Kepuasan Bagaimanapun, papar Ferryal, tujuan dari melakukan kegiatan aplikasi seksual memang untuk mendapatkan kepuasan secara seksual. Jadi, sebenarnya kepuasan seksual itu ada pada diri setiap orang. "Hanya saja, bentuk kepuasan seks itu sangatlah tidak jelas."

Tapi realisasinya, bentuk dari kepuasan pada laki-laki adalah terjadi ejakulasi atau keluar air mani saat tahap klimaks dalam berhubungan intim. Walaupun demikian, bukan berarti ejakulasi itu sendiri selalu diikuti oleh kepuasan yang maksimal. "Bisa saja seorang laki-laki ejakulasi, tapi tidak merasakan kepuasan yang maksimal. Misal, kalau ia mengalami ejakulasi prematur. Dia ejakulasi, tapi ejakulasinya tak diharapkan atau cepat keluar sehingga hasil yang didapatnya tak maksimal."

Akibatnya, pasangannya tak terpuaskan atau tidak merasakan kepuasan yang maksimal, hingga dari segi psikis si pria itu pun akan mengalami suatu tekanan yang mengakibatkan kepuasannya makin menurun rasanya. "Kalau dia dapat memuaskan pasangannya, maka dia pun akan mendapatkan kepuasan yang maksimal." Menurut Ferryal, seorang laki-laki bisa memuaskan pasangannya bila dia bisa mencapai waktu, yaitu yang normal 7-9 menit.

Ketidakpuasan pria juga bisa disebabkan dia impoten. Untuk impoten ini, juga banyak gradasinya, dari derajat paling ringan sampai berat. "Yang ringan mungkin dengan dirangsang pakai teknik-teknik tertentu masih bisa ereksi, tapi yang berat, dengan diapa-apakan pun tak bisa 'bangun'".

Orgasme, Puncak Kepuasan Sementara bentuk kepuasan pada perempuan adalah terjadi orgasme. "Orgasme pada perempuan tak disertai ejakulasi karena dia tak punya air mani. Hal ini perlu dipertegas karena banyak orang yang menganggap wanita pun mengeluarkan mani atau ejakulasi. Ini tak benar," terang Ferryal. Tak heran, banyak pertanyaan dari kaum perempuan, "Bentuk orgasme pada perempuan itu seperti apa sih?"

Sebetulnya, orgasme pada perempuan yang paling bagus dan sempurna yaitu bila dapat terjadi bersama-sama. Artinya, bersama-sama secara fisik dan psikis atau emosionalnya. Secara fisik, dia merasakan suatu getaran atau kekakuan dari seluruh otot-otot tubuhnya yang secara mendadak atau tiba-tiba, disertai pula dengan relaksasi yang mendadak. Sedangkan secara psikis, dia mendapatkan kelegaan yang benar-benar lepas, tanpa suatu beban atau ia mendapat kesenangan secara emosional. Kalau kedua faktor tersebut terjadi bersamaan, dia bisa mencapai kepuasan maksimal. "Kalau salah satunya tidak tercapai, dia bisa mendapatkan kepuasan tapi lebih rendah mutu atau nikmatnya."

Yang jelas, papar Ferryal, puncak kepuasan, baik pada lelaki maupun perempuan, bisa diibaratkan saat di mana mereka seperti orang mati sesaat atau mati keenakan. "Karena saat itu mereka tak merasakan apa-apa. Bahkan, kalau diapa-apakan pun saat itu mereka tak bisa melakukan apa-apa. Saat itulah mereka mendapatkan puncak kepuasannya." Nah, Bu-Pak, mulai bisa mengenali kepuasan pasangan, kan?

Bukan Tipe Dingin Kalau pasangan kita tak pernah mengungkapkan kepuasan seksnya, terang Ferryal, belum tentu dia termasuk tipe yang dingin. "Mungkin karena budayanya memang demikian atau dia termasuk tipe tertutup, hingga malu-malu karena dia tak terbiasa mengungkapkan kepuasannya atau emosinya." Namun yang jelas, orang yang mengungkapkan kepuasan dalam hubungan seksnya termasuk orang yang berani dan terbuka.

Penyebab Ketidakpuasan Wanita Menurut Ferryal, banyak penyebab dari ketidakpuasan perempuan, entah karena pasangannya tak mampu melakukan pemanasan maupun tak mampu untuk waktu yang cukup hingga gagal dalam memuaskan pasangannya. "Selain itu termasuk pula ada kelainan-kelainan yang terjadi pada pasangan, semisal prematur ejakulasi atau impoten."

Sementara kelainan yang banyak terjadi pada perempuan, seperti masalah virgiditas, dingin, dan tak mampu membangkitkan gairah seksual, ada ketakutan terhadap seksual, dan dyspareunia (vagina merasa nyeri atau sakit setiap kali melakukan hubungan seks, meski secara fisik tak apa-apa, tapi lebih karena faktor psikis yaitu ketakutan-ketakutan seksual), menyebabkan si wanita tak mendapatkan kepuasan seks.

Sama halnya dengan laki-laki yang impoten, virgiditas pada perempuan juga gradasinya banyak, dari yang ringan sampai berat. Yang ringan, misal, timbul kekejangan-kekejangan di sekitar alat kelaminnya. Sementara yang berat, contoh, baru melihat suami masuk kamar dan buka baju saja, istrinya langsung kejang-kejang, kakinya kaku, dan dia ketakutan. "Meski hal seperti itu tak dia harapkan, tapi kekejangan itu terjadi secara tiba-tiba."

Makanan Untuk Menunjang Seks 3 Kali Sehari !

Kurangnya rasa percaya diri pada penampilan, kelelahan, stress akibat pekerjaan, menurunnya produksi homon endrogen - terutama testosteron juga dapat menjadi faktor pemicu turunnya gairah seksual pada pria. 

Jika anda tidak berinisiatif untuk mengatasi problem kehilangan atau menurunnya gairah seks anda, maka anda akan berakhir pada sebuah hubungan "tanpa seks". 

Cobalah menu bergairah ini, agar seks yang mendebarkan dapat anda rasakan. 

Cokelat <> "Cokelat dapat membuat suasana hati menjadi tenang", banyak orang yang sering mengungkapkan kalimat tersebut ketika memberikan kartu ucapan untuk pasangannya. Kalimat tersebut sangat beralasan, karena cokelat mengandung banyak zat PEA (phenylethylemine) yang dibutuhkan untuk melancarkan sirkulasi darah di saluran vena yang menuju jantung.

Dengan menyantap cokelat, otak akan melepaskan serotonin yang bisa membuat diri menjadi relaks da­­­­n juga bisa mempengaruhi gairah cinta, sehingga perasaan romantis dan naiknya daya seksual pun akan timbul. 

Jahe Merah <> 

Tanaman yang rasanya pedas dan panas ini dapat menghangatkan tubuh anda serta mempertahankan dan meningkatkan energi bagi hormon testosteron anda. Tingginya tingkat testosteron dapat membantu meningkatkan produksi sperma dan memperbaiki kesehatan sperma. 

Madu <> 

Sebelum anda bertemu dengan pasangan anda, sebaiknya mulailah meminum madu dengan dicampur air hangat, maka anda akan lebih bertenaga ketika mengalami puncak kenikmatan.

Selain menghasilkan glukosa sebagai sumber energi, madu juga menghasilkan mineral boron. Boron yaitu mineral yang banyak terkandung dalam sayuran hijau, buah dan kacang-kacangan yang berkhasiat membantu proses metabolisme tubuh, boron juga sangat ampuh meningkatkan kualitas testosteron. 

Sebagian pasangan boleh saja beranggapan kalau seks bukanlah prioritas nomor satu dalam hidup mereka dan tetap berusaha menikmati hubungan yang bahagia. 

Tetapi yang beranggapan seperti itu adalah kaum minoritas, karena kebanyakan pasangan membutuhkan hubungan seks secara rutin bukan untuk menjaga keintiman, melainkan agar anda dapat merasakan ada sesuatu yang mengikat satu sama lain. 

"Agar kehidupan seks anda tetap hidup, anda harus menjadikan seks sebagai prioritas utama. Ingatlah, seks lebih penting dari karir, bahkan anak anda sendiri". 

Suatu waktu karir anda akan berubah, anak-anak anda juga akan tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah anda, jadi yang tersisa adalah hanya anda berdua. 

Ditambah lagi, semakin lama anda tidak berhubungan seks, anda akan semakin sulit untuk melakukannya kembali. Bagi wanita yang sudah lama tidak bercinta, akan sulit mendapatkan orgasme, tetapi bagi pria biasanya seringkali mengalami masalah ereksi atau berkurangnya aksi dalam bercinta. 

Dan yang terpenting, jangan mengharapkan terlalu banyak dari viagra (obat kuat), cara yang paling mudah adalah dengan memilih makanan yang mampu meningkatkan atau memulihkan gairah seksual anda. 

Seafood : untuk melindungi sperma anda
Cabai : agar ereksi lebih lama
Pisang : dapat tingkatkan fantasi seks
Telur : meningkatkan sensitivitas 'Mr P'
Bawang Putih : melancarkan sirkulasi darah di daerah kelamin
Jinten : melancarkan aliran darah di 'Mr P'
Cokelat : mendongkrak daya romantis seksual
Jahe Merah : menghangatkan seks
Madu : agar orgasme lebih lama


Beberapa jenis makanan diatas, adalah sebagian makanan yang dapat mempengaruhi reproduksi dan kinerja hormon-hormon seksual seperti asam folat, niasin, vitamin E, vitamin B1 dan mineral seng.

Kenikmatan Seks

Kenikmatan seks adalah salah satu anugerah terindah yg diberikan kepada kita oleh Nya. Mungkin ada yg berpendapat bahwa sesungguhnya banyak sekali kenikmatan selain itu. Namun coba sekali-kali kita pikirkan kenikmatan apa yg PALING NIKMAT didunia yg bisa kita rasakan? Menurut saya yg senikmat-nikmatnya nikmat adalah "Kenikmatan Seks"... ya! sebut saja misalkan saat seseorang berhubungan seks atau masturbasi, onani atau apa saja yg berhubungan dgn memainkan bagian alat tubuh yg sensitif, sesaat jiwa dan pikiran anda akan terbuai oleh sensasi yg dirasakan. Jika anda mengetahui rahasia behubungan seks, coba anda ingat-ingat, tepat pada saat ejakulasi atau orgasme, apa yg anda rasakan dan apa yg ada dalam pikiran anda? Sesungguhnya disitu ada rahasia... 

Maka beruntunglah bagi siapa saja yg bisa menikmati anugerah itu. Walau begitu, berhati-hatilah dgn yg namanya seks, salah-salah kita juga dapat terjerumus kedalam lubang hitam akibat seks. Tidak mengenal tua maupun muda, sudah banyak yg menjadi korban akibat salah menempatkan atau memperlakukan seks. 

Seks itu sakral, selain sebagai sarana untuk bereproduksi, seks juga sebagai sarana untuk mengekspresikan cinta dan kasih sayang kita terhadap seseorang. Kalau cinta dan sayang itu ada, maka saya yakin nafsu pun ada dan nafsu sudah pasti bukan cinta. Akan betapa sangat indah dan nikmatnya jika saat berhubungan seks dibarengi dengan rasa cinta, itulah bercinta... 

Bagaimana dengan anda? silahkan, komentar tidak dilarang ;-)

Meliarkan Imajinasi Seksnya

Apakah Anda tahu apa yang sedang dipikirkan lelaki saat melihat Anda membuka seluruh penutup tubuh? Tak tahukah Anda kalau 'dia ingin menonton!' apalagi kalau Anda melakukannya dengan gaya-gaya erotis yang membuat si dia bakalan makin menggila.
Nah, kenapa tidak membuatnya "meledak" sekalian? Jadi, jangan malu-malu memperagakan aksi-aksi, dan lika-liku tubuh saat melepaskan busana tidur Anda di depan si dia, tak peduli saat ini berat badan lagi tinggi-tingginya, atau ada segerombolan jerawat bandel di punggung Anda.
Percayalah! Si dia akan tetap turn on! He won't miss this moment! Habib, seorang profesional muda berusia 27 tahun mengungkapkan, "Tidak ada yang lebih hebat dibanding ketika isteri saya sedang membuka bajunya di depan saya. Percaya atau tidak, saat itu tak terlintas di pikiran saya untuk memikirkan wanita lain, sekalipun Cindy Crawford.

Saat itu hanya terpikirkan betapa hebat dan cantiknya wanita yang saya cintai. Sempurna dan seksi! Yang saya pikirkan adalah semoga ia tak cepat-cepat membuka seluruh pakaiannya dan mematikan lampu." Terungkap, bukan? Pria sangat menyukai saat-saat di mana Anda sedang beradegan membuka pakaian.

Jadi, cuek saja, dan jangan malu-malu di depannya, apalagi mematikan lampu. Tidak perlu! Tapi bagaimana seandainya justru dia yang mematikan lampu? Jangan khawatir dulu. Bukan berarti dia tidak tertarik dengan tubuh Anda. bisa jadi si dia-lah yang kurang pede. Maka, tak ada salahnya kalau Anda menyelidiki apa sebabnya ia selalu mematikan lampu, apakah itu kebiasaannya, ataukah karena kurang percaya diri. Kadang pria juga tidak pede bila sudah buka-bukaan di depan wanita. Kalau sudah begitu, biasanya ada saja yang mereka pikirkan.

Apakah perut mereka terlalu buncit, misalnya. Atau adakah gerakan yang bisa membuat isterinya turn on. Sama seperti wanita, kan? Itu sebabnya, mungkin mengapa mereka menginginkan lampu mati, karena ruangan yang gelap biasanya menyelamatkan. Nah, kalau Anda sudah berada pada tahap ini, saat si dia sudah mulai menciumi, membelai, atau meraba-raba bagian tubuh lainnya dan seterusnya. Ingin tahu apa yang dipikirkannya? Ternyata ia lebih khawatir kalau Anda tak menikmati diri Anda sendiri.

Memang ini sedikit membingungkan. Katakan padanya saat ia sedang menciumi Anda kalau Anda tak ingin ludahnya atau ludah Anda sendiri meleleh ke badan ataupun di kasur, tapi yang paling diinginkan adalah si dia yang luluh dalam pelukan Anda. Tapi bukan lantas Anda mengingini ia menciumi semua bagian yang Anda ingini di tubuh, dan melupakan sudah waktunya Anda yang gantan beraksi "menyetubuhi"nya. Eko (30) Ahli IT, mengungkapkan, "Saat saya sedang menyentuhnya pada bagian tertentu, seperti payudara dan putingnya misalnya. Terus terang saja saya ingin dia mengerti kalau saya benar-benar menyentuh bagian tubuh itu. Jadi, yang saya inginkan adalah isteri saya enjoy dan rileks, selanjutnya mungkin melakukan hal yang sama di tubuh saya."

Kebanyakan pria memang menyukai kalau mereka yang lebih aktif ketimbang Anda. Tapi mereka akan "gila" dan kehilangan kontrolnya saat Anda beraksi. Memang tak semua pria mengaku menyukai pasangan yang lebih aktif dari pada mereka. Maklum, ego pria memang besar sekali untuk urusan ini, mereka cenderung tak mau kalah dengan wanita. Tapi mereka akan berbahagia sekali kalau pasangannya menjadi begitu pemurah dan aktif di atas ranjang.

Jujur saja, hal yang paling membuat dia lupa daratan dan tak bisa berkata-kata adalah saat Anda melakukan felattio (oral seks) untuknya. Selain mendapatkan kenikmatan jasmani, saat Anda melakukan aksi mulut ini dia juga akan merasakan rangsangan luar biasa. Jadi jangan kaget kalau setelahnya ia akan segera memaksa Anda making love se-hot mungkin dengannya. Mungkin, ia akan meminta Anda melakukannya lebih pelan atau lebih cepat. Tidak lebih, tidak kurang. Karena pada dasarnya mereka menikmati moment 'kontrol' Anda itu.

Kalau Anda menyanjungnya sambil mulut Anda melakukan kerja yang lain, oral seks, ia akan makin terangsang - meskipun rayuan dan pujian yang Anda lontarkan itu basa-basi semata. Kalau si dia sampai ejakulasi di mulut Anda, bagaimana? Wah, jangan khawatir! Semuanya itu kembali lagi ke Anda. Anda tak selalu harus menelan spermanya, karena semua juga tahu kalau sperma itu tak selezat bubur ayam. Hanya saya terkadang pria suka dengan hal itu. Tapi kalau Anda memang tak suka, jangan memaksakan diri, berilah pengertian padanya. Pasangan Anda tak ingin melihat Anda muntah di depannya, kan? Yah, apa boleh buat. Pria memang terkenal manja dan egois.

Jadi, sehabis felattio yang membuatnya mabuk kepayang, tidak jarang yang dipikirkannya hanyalah dipeluk ataupun diusap-usap tubuh dan wajahnya. Yah, if you love him very much, just do it... Apa sih yang diapikirkan saat Anda berdua sedang dalam puncak kenikmatan? Tidak ada yang lain selain ingin melakukan seks lebih banyak lagi. Terus, terus, dan terus. Itu juga sebabnya dia sering terlihat mengambil jarak, secara emosional, saat Anda berada pada puncak keintiman dengannya.

Jadi, jangan tersinggung dulu kalau dia terlihat cuek setelah bercinta. Tapi kalau setelah lima belas menit masih cuek, tanyakan apa sebabnya. Hal lain yang sedang ia pikirkan tak lain adalah Anda sedang di bawah kontrolnya. Jadi, kalau Anda menginginkan posisi lain, bicarakan dulu sebelumnya --jangan terlambat setelah si dia sudah berada dalam puncaknya. Maklumlah, kalau begitu ia akan terlihat tolol di depan Anda, dan tak jarang kehilangan selera secara mendadak.

Malah tak jarang pria jadi ejakulasi dini karena hal ini. Biasanya pria tak dapat memikirkan apa-apa selain membuat dirinya menjadi lebih terangsang dan bisa berereksi lebih lama lagi saat ia berada di puncak. Ingat, pasangan Anda akan bangga kalau dia bisa bertahan di puncak. Jadi, jangan ganggu dia di saat 'kritis' ini, apalagi pada saat inilah dia benar-benar sedang melakukan konsentrasi penuh pada Anda. Hanya Anda seorang.

Dia pasti memikirkan, "Bagaimana gaya saya barusan, yaa? Apakah kamu puas," tentu saja dia takkan saat itu juga menanyakannya. Makanya, sebaiknya Anda memberikan tanggapan bagaimana sebenarnya perlakuannya di tempat tidur barusan. Memuaskan, sangat memuaskan, atau kurang. Mereka sebenarnya ingin segera mengetahui apa tanggapan Anda, seandainya kurang memuaskan mereka akan lebih menyiapkan diri di lain waktu.

Lebih baik lagi kalau Anda mengatakan apa yang Anda ingini supaya dapat disiapkan untuk pertempuran selanjutnya. Seandainya ia bersikap cuek setelah bercinta, bisa jadi ia masih terbayang-bayang dengan apa yang baru saja terjadi, bisa saja ia masih malu karena tadi terlalu hot. Jangan kaget kalau ia kurang suka berpelukan setelah bercinta, karena pada dasarnya pria gengsi kalau ia terlalu manis dan lunak setelah begitu maskulinnya menguasai Anda berjam-jam sebelumnya, selain itu karena badan pria lebih banyak mengeluarkan keringat dibanding wanita. Anda sebagai pasangannya harap maklum saja.

Jadi, kalau Anda ingin dipeluk, mintalah. Katakan sambil memberikan sedikit-banyak pujian mengenai apa saja yang barusan dilakukannya yang berkesan di hati. Tidak ada ruginya, bukan?