adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label ejakulasi dini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ejakulasi dini. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 22, 2011

Benarkah Pria Buncit Lebih Kuat Berhubungan Seks?


Banyak wanita mendambakan pasangan berpostur tubuh sempurna dengan perut six pack. Tapi, jangan berkecil hati jika pasangan ternyata berperut buncit.
Sebuah studi baru-baru ini di Turki mengungkap, pria dengan kelebihan lemak di bagian perut ternyata mampu melakukan hubungan seks lebih lama dibanding pria berperut rata.
Seperti dikutip dari laman YourTango, para peneliti mempelajari hubungan antara indeks massa tubuh tinggi dan kinerja seksual dari 100 orang dengan masalah disfungsi seksual. Hasilnya kemudian

Disfungsi Ereksi bukan Impotensi


Menurut seksolog Prof. DR. Wimpie Pangkahila, Sp.And, disfungsi ereksi merupakan bentuk ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan kekerasan atau ereksi penis yang cukup untuk mencapai kepuasan seksual.
Disfungsi ereksi terbagi dua, primer dan sekunder. Disfungsi ereksi disebut primer bila sejak semula ereksi untuk melakukan hubungan seksual tidak pernah tercapai. Berarti penderita disfungsi ereksi primer tidak pernah berhasil melakukan hubungan seksual.
Disfungsi ereksi sekunder berarti sebelumnya penderita pernah berhasil melakukan hubungan seksual, tapi kemudian gagal karena sesuatu sebab yang mengganggu ereksinya. Penderita tidak mampu mencapai ereksi penis yang cukup untuk berhubungan seksual, paling sedikit 25 persen dari kesempatan melakukannya.
Psikis dan Fisik
Disfungsi ereksi dapat disebabkan faktor psikis dan fisik. Faktor psikis meliputi semua faktor dalam semua periode kehidupan, periode anak-anak, remaja, dan dewasa. Contohnya, trauma seksual di masa kanak-kanak, pandangan negatif tentang seks, ketidakmengertian tentang seksualitas, kejemuan, tiadanya komunikasi, dan hilangnya daya tarik terhadap pasangan.
Sementara itu, disfungsi ereksi karena faktor fisik dipicu oleh penyakit yang menyerang hormon, saraf, dan pembuluh darah. Yang umum ditemui, penyakit diabetes melitus yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah di penis. Akibatnya, aliran darah ke penis pun terhalang. Kondisi inilah yang memicu disfungsi ereksi.
Bukan hanya orang tua, data dari penelitian Massachusetts, AS, kemungkinan pria menderita disfungsi ereksi di usia 40 tahun meningkat sebesar 40 persen. Di usia 70 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 70 persen. Persentase itu diyakini bertambah hingga 70 persen pada diabetesi.
Sebenarnya, disfungsi ereksi (DE) dapat disembuhkan dengan mengetahui faktor penyebabnya. Tanpa pengobatan terhadap faktor penyebabnya, pengobatan disfungsi ereksi tidaklah rasional dan tidak mengatasi masalah sebenarnya.
Sumber : sehatnews

Kamis, Maret 24, 2011

Puas Enggak Ya Pasanganku?

Puas Enggak Ya Pasanganku? Kepuasaan seksual suami/istri tak perlu diungkapkan dengan nyata, pun seharusnya pasangannya sudah tahu.

"Pasanganku puas tidak ya? Habis, dia diam saja sih?" Kita mungkin sering bertanya-tanya perihal kepuasaan yang diperoleh pasangan kita setelah berintim-intim. Sebab, tak seperti di film-film Barat yang kadang kepuasan itu diungkapkan secara nyata, secara verbal, maka di masyarakat kita kepuasan ini kadang tak terungkapkan hingga tak heran bila kita pun sering bertanya-tanya seperti itu.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, DSRM, MKes (MMR), sebenarnya sebagai suami-istri yang telah berhubungan lama seharusnya kita tahu dengan sendirinya apakah pasangan kita merasakan kepuasan atau tidak. Artinya, dari pengalaman, hal itu bisa didapat walaupun mungkin tak diungkapkan secara verbal. "Karena kepuasan sifatnya personal dan tak bisa dilihat secara fisik. Hanya bisa dirasakan oleh orang itu sendiri, orang lain tak bisa tahu. Dia yang bisa merasakan kalau yang ini kurang enak, tidak enak atau lebih enak. Kalaupun orang lain mengetahui, lebih secara perasaan tahunya."

Merasa Puas jika Pasangan Puas Menurut konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta, ini sah-sah saja kalau kepuasan itu lantas diungkapkan dengan verbal maupun tidak. "Kalau di Barat memang kepuasan itu mereka ungkapkan. Caranya bisa macam-macam. Bisa dengan teriakan-teriakan, eluhan, desahan, maupun gerakan yang vulgar kala berhubungan intim."

Sebetulnya, hal ini memang suatu yang bersifat alamiah. Banyak orang yang kalau merasakan suatu kenikmatan tertentu secara tak sadar atau spontan akan mengungkapkannya dengan teriakan, eluhan, desahan, dan lainnya itu. Hanya saja, pada kita memang hal ini tak jadi budaya. "Mungkin karena rasa malu atau ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran didengar orang hingga kepuasaan itu umumnya tak dilampiaskan atau dikeluarkan secara apa adanya, justru dipendam."

Dengan ungkapan kepuasaan secara nyata, mudah bagi kita mengetahui kepuasan pasangan kita. "Tapi, itu pun tak bisa jadi patokan karena bisa saja ungkapan itu dibuat-buat. Misal, bila perempuannya seorang yang ahli atau profesional dalam berhubungan seks, bisa saja dia buat-buat atau berpura-pura dengan berteriak dan sebagainya seakan-akan mendapat kenikmatan. Nah, pasangan biasanya tak akan tahu apakah itu betul-betul atau hanya berpura-pura." Dengan melihat pasangannya puas, itu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi pasangannya. Itu terjadi baik pada lelaki maupun wanita.

Perlu Keterbukaan Ferryal mengakui ungkapan kepuasan pada setiap orang berbeda-beda. "Mungkin ada yang mengungkapkannya dengan mengebu-gebu, meledak-ledak, dan ada juga yang kalem-kalem saja." Tak ada patokan yang pasti, apakah hal ini ada kaitannya dengan kepribadian orang tersebut atau tidak. "Sebab, ada juga orang yang pendiam, tapi mengungkapkan kepuasan seksnya dengan mengebu-gebu atau berisik. Karena itulah dikatakan tak tentu dan tak bisa dijadikan patokan."

Yang jelas, sebagai pasangan hidup, kita harus mengetahui secara pasti pasangan kita seperti apa. Termasuk juga bagaimana kalau ia merasa puas atau tidak. "Selain itu, untuk menjaga keharmonisan hubungan antarpasangan, perlu keterbukaan. Pembicaraan mengenai seks yang bebas alias tak ada batasannya. Bicara yang sevulgar apa pun tak masalah. Termasuk puas-tidaknya hubungan seks mereka. Misal, 'Kayaknya kita bosan dengan variasi seks yang ini, bagaimana kalau coba yang lain.' Dengan dibicarakan, maka akhirnya terbuka bahwa pasangan kita tak puas dengan hubungan seks yang itu-itu saja, hingga akhirnya bisa ketemu variasi yang memuaskan dan bisa dinikmati bersama."

Selama ini yang terjadi, paparnya, laki-lakilah yang paling sering mengungkapkan kepuasannya. "Lebih banyak kaum perempuan yang tak pernah mengungkapkannya. Maka itu, dari penelitian terakhir lebih dari 50 persen para istri di Indonesia tak pernah mencapai orgasme selama dia menikah. Hal ini menunjukkan bahwa dia tak pernah mendapatkan kepuasannya, kan?"

Kalau saja ada keterbukaan, tentunya hal seperti ini tak bakalan terjadi. "Mungkin karena takut, malu atau karena faktor budaya, maka wanita di kita kebanyakan cuma melayani suami, memuaskan suami, sementara dia sendiri tak puas. 'Saya, sih, tak apa-apa tak puas juga, yang penting, kan, suami. Toh, saya, kan, cuma melayani dan memuaskan suami.' Ungkapan seperti ini, kan, yang banyak terdengar di negara kita? Seakan-akan istri menganggap kalau dirinya tak perlu puas juga tak apa. Akibatnya, dia sendiri tak menganggap bahwa kepuasan seksual itu berhak untuk didapatnya."

Padahal, kepuasan seks bagi pasangan berkeluarga merupakan hak untuk kedua pasangan, baik perempuan maupun laki-laki. "Kalau dalam hubungan seksual tersebut pasangan tak pernah mendapatkan kepuasan, maka dia berhak menuntut kepuasan itu." Tentunya, bukan dengan cara ribut atau bertengkar, melainkan dengan mencari jalan keluarnya. Nah, jalan keluarnya adalah keterbukaan di antara pasangan. Begitu juga jika pasangan punya kekurangan, dibicarakan dan dicarikan jalan keluar bersama. Misal, kalau ada gangguan atau penyakit, maka dibicarakan untuk bersama-sama konsultasi ke ahlinya dan mencari penyembuhan. Jadi bukannya diam-diam atau dipendam karena hal itu justru bisa menimbulkan stres atau tekanan baru terhadap pasangan, baik itu pihak laki-laki atau perempuan.

Ejakulasi Tak Berarti Puncak Kepuasan Bagaimanapun, papar Ferryal, tujuan dari melakukan kegiatan aplikasi seksual memang untuk mendapatkan kepuasan secara seksual. Jadi, sebenarnya kepuasan seksual itu ada pada diri setiap orang. "Hanya saja, bentuk kepuasan seks itu sangatlah tidak jelas."

Tapi realisasinya, bentuk dari kepuasan pada laki-laki adalah terjadi ejakulasi atau keluar air mani saat tahap klimaks dalam berhubungan intim. Walaupun demikian, bukan berarti ejakulasi itu sendiri selalu diikuti oleh kepuasan yang maksimal. "Bisa saja seorang laki-laki ejakulasi, tapi tidak merasakan kepuasan yang maksimal. Misal, kalau ia mengalami ejakulasi prematur. Dia ejakulasi, tapi ejakulasinya tak diharapkan atau cepat keluar sehingga hasil yang didapatnya tak maksimal."

Akibatnya, pasangannya tak terpuaskan atau tidak merasakan kepuasan yang maksimal, hingga dari segi psikis si pria itu pun akan mengalami suatu tekanan yang mengakibatkan kepuasannya makin menurun rasanya. "Kalau dia dapat memuaskan pasangannya, maka dia pun akan mendapatkan kepuasan yang maksimal." Menurut Ferryal, seorang laki-laki bisa memuaskan pasangannya bila dia bisa mencapai waktu, yaitu yang normal 7-9 menit.

Ketidakpuasan pria juga bisa disebabkan dia impoten. Untuk impoten ini, juga banyak gradasinya, dari derajat paling ringan sampai berat. "Yang ringan mungkin dengan dirangsang pakai teknik-teknik tertentu masih bisa ereksi, tapi yang berat, dengan diapa-apakan pun tak bisa 'bangun'".

Orgasme, Puncak Kepuasan Sementara bentuk kepuasan pada perempuan adalah terjadi orgasme. "Orgasme pada perempuan tak disertai ejakulasi karena dia tak punya air mani. Hal ini perlu dipertegas karena banyak orang yang menganggap wanita pun mengeluarkan mani atau ejakulasi. Ini tak benar," terang Ferryal. Tak heran, banyak pertanyaan dari kaum perempuan, "Bentuk orgasme pada perempuan itu seperti apa sih?"

Sebetulnya, orgasme pada perempuan yang paling bagus dan sempurna yaitu bila dapat terjadi bersama-sama. Artinya, bersama-sama secara fisik dan psikis atau emosionalnya. Secara fisik, dia merasakan suatu getaran atau kekakuan dari seluruh otot-otot tubuhnya yang secara mendadak atau tiba-tiba, disertai pula dengan relaksasi yang mendadak. Sedangkan secara psikis, dia mendapatkan kelegaan yang benar-benar lepas, tanpa suatu beban atau ia mendapat kesenangan secara emosional. Kalau kedua faktor tersebut terjadi bersamaan, dia bisa mencapai kepuasan maksimal. "Kalau salah satunya tidak tercapai, dia bisa mendapatkan kepuasan tapi lebih rendah mutu atau nikmatnya."

Yang jelas, papar Ferryal, puncak kepuasan, baik pada lelaki maupun perempuan, bisa diibaratkan saat di mana mereka seperti orang mati sesaat atau mati keenakan. "Karena saat itu mereka tak merasakan apa-apa. Bahkan, kalau diapa-apakan pun saat itu mereka tak bisa melakukan apa-apa. Saat itulah mereka mendapatkan puncak kepuasannya." Nah, Bu-Pak, mulai bisa mengenali kepuasan pasangan, kan?

Bukan Tipe Dingin Kalau pasangan kita tak pernah mengungkapkan kepuasan seksnya, terang Ferryal, belum tentu dia termasuk tipe yang dingin. "Mungkin karena budayanya memang demikian atau dia termasuk tipe tertutup, hingga malu-malu karena dia tak terbiasa mengungkapkan kepuasannya atau emosinya." Namun yang jelas, orang yang mengungkapkan kepuasan dalam hubungan seksnya termasuk orang yang berani dan terbuka.

Penyebab Ketidakpuasan Wanita Menurut Ferryal, banyak penyebab dari ketidakpuasan perempuan, entah karena pasangannya tak mampu melakukan pemanasan maupun tak mampu untuk waktu yang cukup hingga gagal dalam memuaskan pasangannya. "Selain itu termasuk pula ada kelainan-kelainan yang terjadi pada pasangan, semisal prematur ejakulasi atau impoten."

Sementara kelainan yang banyak terjadi pada perempuan, seperti masalah virgiditas, dingin, dan tak mampu membangkitkan gairah seksual, ada ketakutan terhadap seksual, dan dyspareunia (vagina merasa nyeri atau sakit setiap kali melakukan hubungan seks, meski secara fisik tak apa-apa, tapi lebih karena faktor psikis yaitu ketakutan-ketakutan seksual), menyebabkan si wanita tak mendapatkan kepuasan seks.

Sama halnya dengan laki-laki yang impoten, virgiditas pada perempuan juga gradasinya banyak, dari yang ringan sampai berat. Yang ringan, misal, timbul kekejangan-kekejangan di sekitar alat kelaminnya. Sementara yang berat, contoh, baru melihat suami masuk kamar dan buka baju saja, istrinya langsung kejang-kejang, kakinya kaku, dan dia ketakutan. "Meski hal seperti itu tak dia harapkan, tapi kekejangan itu terjadi secara tiba-tiba."

Agar Bebas dari Ejakulasi Prematur Selamanya

Jika ejakulasi prematur menjadi sebuah masalah, pria akan terbentur pada egonya. Butuh lebih dari sekedar nyali tinggi untuk berkata, “Ya, saya memang terlalu cepat.” Dan seperti kebanyakan pria lainnya, kita akan lebih merasa aman dan nyaman dengan memilih ucapan, “Wanita kan seperti diesel.” Buang jauh-jauh mitos egois itu! Ejakulasi prematur bukan setan tak terkalahkan. Ejakulasi prematur hanyalah salah satu masalah seksual yang sebenarnya cukup mudah untuk ditangani. “Kita lihat dulu apa penyebabnya. Jika psikis maka konsultasikan pada ahli jiwa, jika saraf datanglah pada ahli saraf, dan jika trauma Anda dapat berkonsultasi pada urolog. Tapi mungkin saja pengobatannya menggabungkan beberapa disiplin ilmu,” ulas Dr. Patriot Sp.U., ahli dari RS. Fatmawati. Memang ada obat-obatan tertentu yang mampu mengontrol ejakulasi. Namun agar tidak terjadi penyalahgunaan, pemakaian obat-obatan tersebut harus berada di bawah pengawasan dokter.

Seperti terungkap dalam The Practical Encyclopedia of Sex and Health, di tahun 1955 urolog dari Duke University Medical School di Amerika Serikat James Semans menemukan metode sederhana untuk mengatasi ejakulasi prematur. Metode ini kemudian menjadi dasar pengembangan metode-metode selanjutnya. Caranya; rangsang penis Anda –baik sendiri maupun bersama si dia– hingga hampir mencapai ejakulasi, lalu berhentilah! Rangsanglah kembali, dan hentikan sebelum Anda terkapar. Lakukan hal ini berulang-ulang hingga Anda mampu mengontrol ejakulasi Anda.

Di kemudian hari, metode ini oleh William Masters dan Virginia Johnson dari Masters and Johnson Institute di St Louis Amerika, divariasikan dan dinamai teknik Squeeze. Teknik ini merupakan upaya termudah menghentikan ejakulasi. Caranya, tekan atau jepitlah bagian bawah kepala penis, persis sesaat sebelum Anda mencapai ejakulasi. Teknik squeeze ini juga dapat dilakukan bersama partner Anda. Biarkan dia melakukan eksplorasi pada tubuh dan penis Anda. Ketika Anda merasa ‘waktunya telah dekat’ mintalah si dia untuk berhenti dan mencengkram erat perkakas Anda. Ingat, jangan sekali-kali berfikir, “Yaaaah, Kepalang tanggung…” 

Tahan! Berfikirlah hal lain seperti bagaimana rasanya naik Apollo ke bulan, bertapa di Gunung Sumbing, atau berenang dari Pulau Panaitan ke Pulau Nusakambangan (Anda mau bertemu kakak Anda kan?). Jika Anda mampu menyetopnya, mintalah dia untuk melakukan hal yang sama tiga hingga empat kali lagi. Buat tubuh Anda serileks mungkin dan nikmatilah. Ini rahasianya; Katakan masalah Anda, si dia pasti akan mengerti dan mau membantu.

Kendala dan Up Grade

Kendala utama para pemula adalah terlambat mengerem. Kendala selanjutnya, berhasil mengerem tapi kehilangan ereksi, padahal proses bangkit kembali membutuhkan waktu yang cukup panjang. Tak perlu cemas atau menyalahkan diri. 

Maafkanlah diri Anda.

Ketika di hari-hari selanjutnya Anda sudah punya kontrol untuk menahan ejakulasi, tingkatkan kemampuan Anda. Mintalah si dia –jika Anda tandem– untuk menggunakan pelumas. Keadaan basah yang mendekati kondisi vagina, biasanya akan lebih sulit untuk dikontrol. Tapi jika Anda mampu melewati latihan lanjutan ini, sesungguhnya Anda telah siap pada level yang lebih tinggi lagi; pertarungan sesungguhnya!

Anda perlu strategi jitu untuk menghadapi pertarungan ini. Atur tempo ketika melakukan hubungan seksual. Dan istirahatlah sebentar setelah melakukan penetrasi ke dalam vagina. Strategi lainnya, mintalah si dia untuk berada di atas Anda. Ketika Anda menjadi pihak yang pasif, Anda akan punya kesempatan untuk mengontrol gerakannya atau bahkan memintanya berhenti saat Anda hampir ejakulasi.

Hal yang patut Anda ingat; saat mempelajari teknik memperlambat ejakulasi, jangan lakukan kegiatan seks lain yang bertolak belakang dengan latihan Anda. Misalnya masturbasi untuk mencapai ejakulasi yang cepat. Kedua, Anda pun harus lebih sabar. Sebab latihan ini akan menunjukkan hasil efektif setelah beberapa minggu percobaan dengan tiga atau lima kali latihan perminggu. Akhirnya, keberhasilan akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara Anda dan pasangan Anda… 

Teknik Buying Time

Latihan Kegel.

Cobalah cara ini. Caranya sama seperti saat Anda menahan aliran urin. Ketika Anda melakukan konstraksi, otot-otot pubococcygeal (PC) akan mengerut sehingga mampu menahan keluarnya sperma. Manfaat lainnya, latihan ini juga akan meningkatkan sudut dan kekuatan ereksi. Jika Anda sangat-sangat ahli ‘memperalat’ otot PC, boleh jadi Anda bukan cuma terhindar dari ejakulasi prematur namun dapat melakukan orgasme tanpa ejakulasi. Dua kata itu berbeda, ejakulasi adalah saat keluarnya sperma, sedangkan orgasme adalah kenikmatan seksual atau suatu sensasi erotik yang menyenangkan. Cara latihannya; Kontraksikan otot PC Anda selama 3 menit, lalu lepaskan. Secara bertahap lakukan latihan ini lebih sering dan lebih lama. Tak Perlu Berolahraga Sebelum Bercinta. 

“Ketika Anda melakukan latihan, misalnya melatih otot lengan Anda, maka secara otomatis darah di tubuh Anda akan menuju bagian lengan dan menjauhi penis. Tunda dulu latihan Anda,” ulas peneliti dari Male Sexual Dysfunction Institute di Chicago DR Sheldon Burman. Kurang bijaksana jika Anda ‘terlambat’ mempersiapkan mesin, padahal kondisinya sudah cukup ‘panas’. Ala Bisa Karena Biasa.

Semakin sering Anda bercinta, semakin tahu kekuatan tubuh sendiri dan batasannya. Di sisi lain, jika jarak hubungan seks yang satu dengan yang lain terlampau panjang, ada kemungkinan Anda akan mengalami ejakulasi prematur. 

Jumat, November 26, 2010

Ejakulasi Dini Mengancam Kaum Muda


Jika seseorang mengalami ejakulasi dini biasanya adalah orang yang berusia lanjut. Tetapi Dr. Najah Senno Musacchio membuktikan lain, peneliti ini mengingatkan bahwa ejakulasi dini juga bisa mengancam kaum muda.

Studi ini dilakukan oleh Dr Najah Senno dimana dia mencatat bahwa para pemuda di tingkat sekolah atas dan universitas sudah terbiasa menggunakan 
obat perkasa Viagra yang dicampur dengan alkohol ataupun obat terlarang lainnya yang membuat penularan penyakit seks juga semakin mengkuatirkan.

Dr Senni melakukan penelitian atas 234 pemuda berusia 18 hingga 25 tahun yang melakukan seks secara aktif saat mereka berada di tahun ketiga di Chicago universities.

Hasil penelitian menyebut 13 persen pemuda itu mengaku sudah terbiasa menggunakan 
obat kuat penghilang Ejakulasi Dini namun tidak pernah mendiskusikan tindakan mereka kepada dokter.
Disfungsi Ereksi (Ejakulasi Dini) atau impotensi merupakan sebuah kondisi dimana para priasulit melakukan atau menjaga ereksi saat berhubungan seks.

Hasil studi Dr Senno ini dipaparkan daam pertemuan `the Pediatric Academic Societies annual meeting` yang berlangsung di San Francisco, Sabtu (29/4) akhir pekan silam.

"Kami bertanya kepada para pemuda mengenai disfungsi ereksi dan penggunaan kondom,' jelas Dr Senno.

'25 persen dari mereka mengaku kehilangan ereksi saat menggunakan kondom.'
Penggunaan kondom yang semakin tinggi membuat tim peneliti mengkuatirkan terjadinya penyebaran penyakit kelamin.

6 persen dari responden mengatakan mereka menggunakan terapi untuk mengatasi Ejakulasi Dini, 57 persen mengatakan menggunakan obat-obatan, dan 29 persen menggunakan obat-obatan itu untuk meningkatkan kinerja seks.

Penelitian sebelumnya menyebut bahwa sekitar 5 persen pria berusia diatas 40 tahun mengalami Ejakulasi Dini dan sekitar 25 persen pria diatas 65 tahun mengalami hal yang sama.

Sejumlah kondisi seperti penyakit diabetes, penyakit ginjal, jantung dan pengguna alkohol kronis merupakan penyebab utama dari Ejakulasi Dini

Merokok juga disebuat-sebut merupakan salah satu faktor terjadinya Ejakulasi Dini

Beberapa tahun silam, perusahaan asal AS Pfizers meluncurkan obat perkasa Viagara yang laku keas sehingga obat semacam ini juga marak dengan sejumlah produk lain seperti Levitra ataupun Cialis.
sumber: JakNews.com