adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label a man's penis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label a man's penis. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juli 22, 2011

PENIS DISUNAT MEMBUAT SEKS BERGAIRAH


Penis Disunat Membuat Seks BergairahMasyarakat Amerika Serikat tengah gencar memperdebatkan melakukan sunat pada penis anak laki-laki. Terlepas dari perdebatan itu, banyak wanita yang justru mengakui bahwa seks dengan penis yang sudah disunat, aktivitas ranjang jadi lebih menggairahkan.
Guna memperkuat pendapat itu, sebuah penelitian telah dilakukan pada 50 wanita yang telah melakukan berhubungan seks dengan pria yang belum dan sudah




baca selengkapnya disini >>

Kamis, Desember 30, 2010

jenis-jenis penis dan kekuatannya


Bagi sebagian wanita dewasa wajib hukumnya untuk mengetahui seberapa kekuatan dan berbagai jenis alat vital kaum lelaki (Mr.P).

Sebab, jika tidak maka dalam mealkukan hubungan ritualitas dengan pasangan jarang ditemukan kepuasan seks. Berikut ini kategori Mr P dan kekuatan jenis Mr P tersebut.

Jenis Terong
• Penis membesar tetapi tidak mengeras.
• Membutuhkan rangsangan seksual yang panjang dan lama agar penis dapat berereksi
• Ereksi penis tidak dapat bertahan lama.

Jenis Timun
• Penis mengeras, tetapi tidak cukup untuk penetrasi.
• Penis bereaksi hanya terhadap rangsangan seksual tertentu.
• Durasi ereksi penis hanya beberapa menit saja.


Jenis Wortel
• Penis berereksi cukup keras untuk penetrasi.
• Penis cukup cepat bereaksi terhadap rangsangan seksual.
• Durasi ereksi penis tidak terlalu lama.

Jenis Pisang
• Frekuensi ereksi cukup keras untuk penetrasi.
• Penis cepat bereaksi terhadap rangsangan seksual.
• Mampu mempertahankan ereksi yang keras hingga selesai berhubungan intim
• Penis mampu berereksi lagi dengan cepat setelah mencapai orgasme

Meski demikian, hasil tes ini tidak dapat menyebutkan kualitas, durasi, dan berapa kali penis bereksi sepanjang malam. Hal ini tetap perlu dikonsultasikan dengan seksolog.

Selasa, November 30, 2010

Karena Onani, Penis Nyangkut di Besi Bangku Taman



Empat anggota SAR Hongkong harus menghabiskan 4 jam di sebuah taman untuk membebaskan penis seorang pria yang nyangkut di salah satu lubang bangku di taman Lantian, Hongkong - China.
Dari pengakuan si pria malang tersebut, diketahui penisnya menjadi terjepit dan tidak bisa dia lepaskan ketika dia menggunakan lubang besi di bangku taman tersebut untuk melakukan onani. Pria bernama Le Xing, 41 tahun, tersebut di duga seorang pria yang kurang sehat mentalnya dan mengidap kelainan seks.
Lubang besi pada bangku tersebut terbilang kecil tetapi Le Xing memaksakan penisnya masuk kedalam lubang tersebut untuk melepaskan hasrat birahinya. Tetapi ketika penisnya menjadi tegang dan membesar dia menjadi panik sebab dia tidak bisa mengeluarkannya dari lubang tersebut. Akhirnya Le Xing menelpon polisi meminta pertolongan.
Untuk membebaskan penis pria tersebut, anggota SAR terpaksa membawa Le Xing bersama dengan bangku besi sepanjang 2,5 meter tersebut ke rumah sakit. Dokter Rumah Sakit China mengatakan bahwa pria tersebut sangat beruntung sebab penisnya masih bisa utuh ketika dikeluarkan dari jepitan besi tersebut.
Para fotografer dalam foto yang mereka buat di surat kabar-surat kabar berbahasa China menunjukkan para petugas SAR ini membawa Le Xiang bersama logam tertutup selimut merah.
Dibawah ini adalah cuplikan video rekaman ketika Le Xing di gotong ke ambulans untuk di bawa ke Rumah Sakit. Tampak Le Xing mengerang kesakitan, tubuhnya di bopong bersama dengan bangku taman "pacarnya" - konseling.Net

Faktor-Faktor Pendukung Proses Ereksi


Organ-organ seks yang bekerja pada mekanisme terjadinya ereksi adalah organ utama untuk proses terjadinya ereksi. Bila organ-organ tersebut rusak, ereksi penis tidak akan terjadi.
Untuk mendapatkan ereksi yang normal dibutuhkan berbagai faktor pendukung. Tanpa faktor pendukung yang normal dan sesuai, ereksi yang keras tidak akan tercapai. Faktor-faktor yang mendukung tercapainya ereksi seperti berikut:

1. Faktor psikogen,
2. Faktor kesehatan fisik, dan
3. Faktor situasional.

Ketiga faktor di atas menentukan kemampuan mencapai ereksi yang normal. Walaupun stimulasi seks tinggi atau banyak, tetapi bila kondisi jiwa tidak tenang dan kondisi fisik tidak normal maka ereksi yang keras sulit dicapai.

Banyak orang jadi bingung karena ereksi tidak keras walaupun sudah bercumbu lama dan sangat gairah pada pasangan. Penyebabnya adalah karena faktor-faktor di atas tidak mendukung terjadinya proses ereksi yang keras.
Pada orang muda kondisi jiwa lebih berperan. Walaupun fisik lelah tapi bila hasrat besar, ereksi yang keras akan dicapai. Penyebabnya ialah karena badan masih kuat dan sehat. Kelelahan tidak jadi masalah asalkan gairah tinggi. Tetapi bila jiwa dalam keadaan goyang misalnya takut tertular penyakit, takut pasangan hamil atau kurang suka pada pasangan, mada proses ereksi akan menjadi susah.
Sebaliknya pada usia tua, keduanya sama penting yakni jiwa harus tenang dan suka kepada pasangan. Keadaan fisik harus normal dan segar. Jika fisik sedikit lelah proses ereksi tidak bisa keras. Kadang-kadang pasien tidak menyadari kondisi fisik yang lelah. Terutama orang yang sudah cukup berumur misalnya 60 tahunan dan biasa kerja keras atau suka kerja keras. Justru kalau kerja keras perasaannya senang lalu mencoba koitus tetapi ereksi tidak bisa keras. Timbul pertanyaan dalam pikiran, perasaannya tenang dan badan sehat, kenapa tidak bisa ereksi.
Tidak sadar bahwa fisik lelah karena melakukan kerja keras. Ia lupa atau tidak menyadari kelelahannya sehingga ereksi tidak bisa keras. Akibatnya pikiran jadi bingung kenapa tidak bisa ereksi padahal semua kondisi tubuh normal. Baru seminggu sebelumnya melakukan koitus dengan ereksi yang normal. Bila pikiran bingung dan perasaan khawatir maka ereksi akan makin sulit dan akhirnya akan terjadi disfungsi ereksi.
Tetapi bila perasaan tenang dan yakin akan normal lagi, maka proses ereksi akan kembali normal. Dalam keadaan demikianlah dokter perlu teliti memeriksa semua kondisi dan aktivitas pasien sehingga penyebab ketidakmampuan ereksi bisa ditetapkan dengan tepat.
Jadi, sebagian besar kemampuan ereksi ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu faktor psikogen dan faktor kesehatan fisik, sedangkan pengaruh faktor situasional lebih sedikit. Kadang-kadang ketiga faktor ini pun campur-baur sehingga agak sulit menentukan faktor mana yang lebih dominan. Untuk itulah dalam pemeriksaan, ketiga faktor ini harus diteliti dengan jelas.

Jumat, November 26, 2010

Mengukur Ereksi Penis dengan Indeks IIEF


Untuk mengetahui apakah fungsi ereksi normal atau tidak untuk berlangsungnya hubungan seksual yang memuaskan, diperlukan suatu penilaian.
Ada beberapa cara untuk memeriksa dan menilai fungsi ereksi, mulai dari cara yang sederhana sampai yang canggih dengan menggunakan alat bantu.

Sebagai langkah awal, cara sederhana yang dapat digunakan adalah dengan menjawab sejumlah pertanyaan yang disebut International Index of Erectile Function (IIEF). IIEF terdiri dari 15 pertanyaan yang menyangkut ereksi, orgasme, ejakulasi, dorongan seksual dan kepuasan seksual.

Setiap pria dapat menilai fungsi ereksinya sendiri dengan menjawab pertanyaan tersebut dan memberi nilai pada jawaban yang telah disediakan. Dengan menjumlah semua nilai jawaban, didapatkan nilai yang menunjukkan bagaimana keadaan fungsi ereksinya.

Dari 15 pertanyaan tersebut, kemudian diambil lima pertanyaan yang dianggap cukup mewakili semua pertanyaan, sehingga disebut IIEF-5. Berikut adalah lima pertanyaan tersebut, dengan pilihan jawaban dan nilainya masing-masing.
Selama 6 bulan terakhir:
1. Bagaimana derajat keyakinan Anda bahwa Anda dapat ereksi serta terus bertahan untuk melakukan hubungan seksual?
(1). Sangat rendah
(2). Rendah
(3). Cukup
(4). Tinggi
(5). Sangat tinggi

2. Pada saat Anda ereksi setelah mengalami perangsangan seksual, seberapa sering penis Anda cukup keras untuk dapat masuk ke dalam vagina pasangan?
(0). Tidak melakukan hubungan seksual
(1). Tidak pernah atau hampir tidak pernah
(2). Sesekali (kurang dari 50%)
(3). Kadang-kadang (sekitar 50%)
(4). Sering (lebih dari 50%)
(5). Selalu atau hampir selalu

3. Setelah penis masuk ke dalam vagina pasangan Anda, seberapa sering Anda mampu mempertahankan penis tetap keras?
(0). Tidak melakukan hubungan seksual
(1). Tidak pernah atau hampir tidak pernah
(2). Sesekali (kurang dari 50%)
(3). Kadang-kadang (sekitar 50%)
(4). Sering (lebih dari 50%)
(5). Selalu atau hampir selalu
4. Ketika melakukan hubungan seksual, seberapa sulitkah mempertahankan ereksi sampai ejakulasi?
(0). Tidak melakukan hubungan seksual
(1). Sangat sulit sekali
(2). Sangat sulit
(3). Sulit
(4). Sedikit sulit
(5). Tidak sulit
5. Ketika Anda melakukan hubungan seksual seberapa sering Anda merasa puas?
(0). Tidak melakukan hubungan seksual
(1). Tidak pernah atau hampir tidak pernah
(2). Sesekali (kurang dari 50%)
(3). Kadang-kadang (sekitar 50%)
(4). Sering (lebih dari 50%)
(5). Selalu atau hampir selalu

Dengan menjawab pertanyaan di atas dan memberinya nilai masing-masing, setiap pria dapat mengetahui bagaimana fungsi ereksinya.

Jumlah keseluruhan nilai terentang antara 1-25. Semakin tinggi nilai, semakin baik fungsi ereksi. Bila jumlah nilai 20 atau lebih, berarti fungsi ereksi normal. Nilai 10 atau kurang menunjukkan terjadi disfungsi ereksi yang sedang atau berat.

Kalau mendapatkan nilai fungsi ereksi Anda kurang, jangan cemas dan jangan panik. Namun, jangan biarkan begitu saja, dan jangan pula kemudian berupaya dengan cara yang tidak benar.


Anda perlu mendapat pemeriksaan lebih jauh untuk mengetahui apa penyebab gangguan ereksi yang terjadi. Setelah itu barulah dapat ditentukan pengobatan disfungsi ereksi anda dengan tindakan yang benar.
 
Sumber: Senior

Jumat, November 19, 2010

Important Facts About the Male and Female Orgasm

Do not believe what other people talk about orgasm before reading this one!Orgasm makes blood flow faster through the body. This process makes the skin glow, improve metabolism and cure stomach cramps due to menstruation. Emotionally, orgasm also makes us more relaxed and not fast sewot.In a survey, 34 percent of women expect their partner to reach orgasm in sex, while 50 percent wished they had reached orgasm.

Women also experienced a wet dreamAbout 40 percent of men admit that women fake an orgasm. About 40 percent are not sure of that, the rest to make sure that their partner had never experienced it. Make no mistake, 92 percent of women admit they take it at least once a one-time act pretending to have an orgasm during sex.Orgasms are together considered a must for 25 percent of men and 14 percent female.3-2-1 pattern is often applied to love: three minutes for foreplay, two minutes to get laid and a minute for an orgasm-but her orgasms for him, not you!Experts estimate about 10-15 percent of women never experience orgasm during sex or masturbation. The same percentage to reach orgasm through masturbation.With regard to orgasm, as much as 75 percent of women rate foreplay is more important than sexual relationships. Though sufficient heating will allow a more intense orgasm.

Senin, November 15, 2010

Standing Sex Position Prevent Pregnancy


A case in Java, where a young girl desperate to have sex with a married man. So she was not pregnant, the girl was having sex while standing, aka having sex with a standing position.Is it true that he chose that way?
In principle, pregnancy may occur if there is sperm entering through the vagina and successfully fertilize the egg released during fertile. Outside the fertile women, sexual intercourse is not likely to cause pregnancy. If viewed from a position of sexual intercourse, in any position will still provide the possibility of pregnancy. However, the best position to produce a pregnancy is the man on top, because the sperm is deposited around the mouth of the womb longer.Having sex with a standing position, it allows the sperm to get out again, did not get buried in the vicinity of the mouth of the uterus. Therefore, theoretically, the possibility of pregnancy is small when compared with men in top positions. It's just that, statistically, the possibility of pregnancy still exists. That is, sexual relations with a standing position can not be used as a way to prevent pregnancy.
Sperm that enter through the vagina must be out again. Indeed strange that did not come out again. Remember, sperm cells contained in the fluid spermalah necessary for the occurrence of pregnancy. Sperm cells that move into the uterus for the fertilized egg cell search. (Cy)