adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label HIV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIV. Tampilkan semua postingan

Jumat, Januari 14, 2011

MITOS TENTANG HIV

Mitos Tentang HIVKetika kita mendengar sebuah kata HIV, kita semua akan langsung merasa banyak orang yang akan ketakutan dan mengalami kegelisahan. Tidak jarang bahwa munculnya mitos, persepsi atau anggapan yang salah mengenai HIV tidak banyak diketahui kebenarannya. Akibatnya muncullah persepsi yang salah tentang HIV.
Beberapa pakar Seksolog, menyatakan bahwa salah satu sebab dari penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah adanya hubungan intim tanpa menggunakan pengaman seperti halnya menggunakan kondom.
Apabila anda terinfeksi, maka secara pelan-pelan dan bertahap dapat Meleburkan sistem kekebalan tubuh, sehingga anda akan lebih mudah terserang berbagai macam penyakit. Walaupun begitu, orang yang terkena virus HIV masih dapat hidup normal.
Jika anda ingin mewaspadai dan lebih mengetahui semua hal yang berkaitan virus ini, sebaiknya  Anda perlu untuk mengenali lima mitos HIV yang banyak menyesatkan masyarakat. Berikut adalah kelima mitos dan fakta yang sangat perlu Anda untuk ketahui:
Mitos 1: HIV sama dengan AIDS
Kebenarannya adalah, HIV tidak sama dengan AIDS. Penyakit HIV dapat mengakibatkan penyakit berikutnya yaitu AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Apabila ada seseorang yang memiliki sistem kekebalan yang semakin lama semakin menurun, maka ia rentan terkenal AIDS.
Sebaiknya perlu hati-hati juga dalam menggunakan obat-obatan agar mampu menunda atau bahkan mencegah HIV positif terserang AIDS
Mitos 2: Setia pada pasangan dijamin tidak terkena HIV
Kenyataannya virus HIV bisa juga diakibatkan oleh media lain seperti menggunakan jarum suntik sudah terinfeksi, transfusi darah dari darah yang sudah terinfeksi, melakukan hubungan seks oral, seks anal, dll. Sehingga, walaupun anda melakukan hubungan monogami tetap tidak bisa menghilangkan resiko terkena HIV.
Mitos 3: Orang dengan HIV tidak bisa mencium atau berbagi makanan
Penyakit HIV dapat menular melalui media seks tanpa menggunakan kondom, penggunaan jarum suntik yang terinfeksi, transfusi darah yang sudah terinfeksi, dan seks oral dan anal.
Ketika anda berciuman, itu tidak akan menularkan virus HIV. Tetapi dapat tertular jika salah satu mulut dari anda atau pasangan mengalami luka. Membagi makanan dan pinjam peralatan juga tidak membuat anda terkena virus HIV.
Mitos 4: Wanita yang terinfeksi HIV tidak bisa mempunyai anak
Seorang wanita yang tengah terinfeksi virus dari HIV selalu beranggapan bahwa akan menularkan virus tersebut pada bayi atau anaknya.
Dengan melakukan terapi antiretroviral, akan membuat penularan HIV dari ibu pada anak menjadi rendah. Hal ini dijelaskan oleh Rishma Dhillon Pai, seorang ginekolog. Ini akan membuat para wanita memiliki peluang untuk hamil walaupun mereka tetap terinfeksi HIV.
Apabila anda berharap buah hati Anda akan tercegah dari infeksi, maka anda perlu menggunakan obat seperti yang sudah dianjurkan oleh dokter. Bahkan jika muncul komplikasi, mungkin anda harus memilih untuk melakukan operasi caesar
Hal yang perlu di hindari adalah jangan melakukan pemberian ASI pada bayi atau anak, hal ini untuk meminimalkan penularan infeksi HIV dari ibu ke bayi.
Mitos 5: Anda tidak perlu kondom untuk melakukan oral seks
Perlu anda ketahui bahwa HIV bisa menular juga melalui oral seks. Mengapa? Jika semen dari pasangan yang mengidap HIV masuk ke dalam mulut Anda, sedangkan anda tengah mengalami gusi berdarah, maka anda akan memiliki dampak cukup besar terkena virus HIV ini.
Perlu di tekankan bahwa Anda juga dapat menularkan virus HIV anda kepada orang lain. Anda perlu untuk melakukan gaya hidup sehat untuk dapat memerangi penyakit HIV. Itu adalah poin penting dalam semua penyakit termasuk HIV.

Jumat, November 26, 2010

HIV/AIDS Pendidikan HIV/AIDS Perlu "Di-review"


JAKARTA, KOMPAS.com -  Pendidikan tentang HIV/AIDS sudah terintegrasi lewat beberapa mata pelajaran di sekolah seperti Biologi, bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani Kesehatan, dan lain-lainnya. Akan tetapi kurikulum tersebut juga akan di-review supaya jelas topik yang sangat penting atau tidak untuk bisa masuk kurikulum sehingga tepat sasaran.
Dengan review ini diharapkan pendidikan mengenai HIV/AIDS tidak abu-abu.
-- Hamid Muhammad
Demikian dikatakan Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) Hamid Muhammad di Jakarta, Jumat (26/11/2010). Pengkajian ulang tersebut dimaksudkan agar edukasi tentang HIV/AIDS menjadi lebih mudah dimengerti.
"Dengan review ini diharapkan pendidikan mengenai HIV/AIDS tidak abu-abu,” tandas Hamid.
Menurut dia, pencegahan penularan HIV/AIDS melalui sektor pendidikan dilakukan oleh Kemdiknas, baik melalui jalur formal maupun informal dengan cara memasukkan masalah HIV/AIDS agar terintegrasi dengan kurikulum pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, serta melalui penyebarluasan buku pedoman, modul, poster, dan televisi.
Pekan depan, tepatnya pada 1 Desember, Kemdiknas juga akan menyelenggarakan peringatan hari AIDS Sedunia. Tahun ini peringatan tersebut bertema Universal Acces and Human Right (Akses Universal dan Hak asasi Manusia) dengan subtema Peningkatan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua Guna Menekan Laju Epidemi HIV/AIDS di Indonesia menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)”, serta slogan “Stop Aids”: Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk semua.
Arif Rahman, Ketua Harian Komite Nasional Unesco untuk Indonesia mengatakan, dalam memperingati hari AIDS Sedunia masih banyak dirayakan dengan perayaan. “Diharapkan dengan 50 persen lagi bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti workshop atau seminar. Isi kegiatan harus lebih kontekstual dibandingkan yang sudah-sudah,” kata Arif.

Kamis, November 11, 2010

Causes of cancer and Factors triggering the emergence of cancer

Causes of cancer 

Now, based on research in 80-90 percent of all causes of cancer are due to environmental factors or due to ingress of carcinogen or cancer-causing substances into the body, where most of the external factors causing this cancer can be controlled by the individual concerned as well as chemicals and radiation, viruses tumor, viral DNA, viral RNA faktorr genetic and other factors. 

Factors triggering the emergence of cancer

The decline in immune function, decrease in immune or immunosu-pression may be caused some specific viruses such as HIV or due to chemotherapy (for transplant surgery) and this could be a trigger factor of cancer.  Factors metabolism of the individuals concerned, these metabolic factors play a part in the occurrence of some specific cancers namus once again difficult to explain the exact mechanism is uncertain. Diet, diet and how we obtain food has a relationship with the incidence or degree of occurrence of some certain types of cancer, but the relationship is not straightforward.

Penyebab kanker 
 
Sekarang in berdasarkan penelitian 80-90 persen dari semua penyebab kanker adalah dikarenakan faktor lingkungan atau karena masuknya zat karsinogen atau zat penyebab kanker kedalam tubuh, dimana sebagian dari faktor eksternal penyebab kanker ini dapat dikendalikan individu yang bersangkutan termasuk juga bahan kimia, dan radiasi, virus tumor, virus DNA,virus RNA faktorr genetis dan faktor-faktor lain.



Faktor  pemicu timbulnya kanker

 
Penurunan pada kekebalan tubuh, penurunan pada kekebalan tubuh atau immunosu-pression dapat disebabkan beberapa virus tertentu seperti HIV atau disebabkan kemoterapi (untuk pembedahan tranplantasi) dan ini bisa menjadi faktor pemicu kanker.  Faktor metabolisme dari  individu yang bersangkutan, faktor metabolisme ini memegang peranan didalam terjadinya beberapa jenis kanker tertentu namus sekali lagi persis mekanismenya sulit dijelaskan secara pasti. Pola makan, pola makan dan cara kita memperoleh makanan memiliki hubungan dengan insidensi atau tingkat kemunculan dari beberapa jenis kanker tertentu, tapi hubungannya tidak bersifat langsung.
posted by : sofree
 

The method of cancer prevention (Metode Pencegahan Kanker)

If it turns out the genetic test results turned out positif so most people would ask if anyone can do to prevent opportunities for cancer does not happen to them. However  no two procedures that can be used as a preventive here:
  • Primary prevention method, using surgery and chemotherapy.
  • By monitoring and diagnosis
  • Prevention through healthy lifestyle, can be done by stopping smoking, eating a healthy diet, avoiding excessive weight, exercising regularly, limiting alcohol consumption, protect from direct sunlight for too long, and women who are often associated sek with multiple partners can increase the chances of developing cervical cancer is breast cancer.
  •  
  • Metode pencegahan kanker
    Jika ternyata hasil uji genetis ternyata positifmaka sebagian besar orang akan bertanya apakah ada yang bisa dilakukan untuk pencegahan agar peluang kanker tersebut tidak terjadi pada diri mereka. Namun palng tidak ada dua prosedur yang bisa digunakan sebagai pencegahan disini :
    • Metode pencegahan primer, dengan menggunakan pembedahan dan kemoterapi.
    • Dengan pemantauan dan diagnosa
    • Pencegahan melaui gaya hidup yang sehat, dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan merokok, makan makanan yang sehat, menghindari berat badan yang berlebihan, berolah raga secara teratur, membatasi konsumsi alkohol, melindungi dari terkena sinar matahari secara langsung terlalu lama, serta wanita yang sering berhubungan sek dengan berganti-ganti pasangan dapat memperbesar kemungkinan terkena kanker rahim juga kanker payudara. by : sofree

Rabu, November 10, 2010

Mengenal Gen-gen yang Menyebabkan Kanker

Know Your Genes That Cause Cancer
 There are three types of genes identified play a role in the development of cancer:

  •     Oncogene that is a result of mutation of genes in normal cells, called proto-oncogenes. These proto-oncogenes in normal conditions serves as a set and regulate cell growth. proto-oncogenes can regulate cell growth by using multiple processes and complex biochemical mechanisms. and involves several cell substances (proteins) there is some kind of proto-oncogenes that have been identified and the way it works is unknown. in case of deviation or mutation in one of these cells, the oncogene will form the normal regulation of normal cell will be susceptible to interference. and cancer will grow.
  •     Tumor Gene Oppressors also called Tumor Supressor Gennes act in a way backward from the proto-oncogene, which is when one particular process that is inactive or not running, then TSG will stop the process of growth or division control selnyasejumlah removed and although these cells still theta beregulasi, then the cells have more growth potential.
  •     DNA repair gene is a gene that regulates the mechanism used by cells to repair cell damage that occurs in its DNA, in DNA damage could occur because of mutations, because kesalahaan on duplication and copying of DNA, DNA damage can occur because of interference from outside, such as exposed metabolically active radiation. there are mechanisms in DNA repair are:


  1.     NER (nucleotida excision repair) is used to control and improve the parts of DNA damage.
  2.     improvements to the installation error.


 

ada tiga jenis gen yang telah teridentifikasi berperan didalam berkembangnya kanker :
  • Onkogen  yaitu merupakan hasil mutasi dari gen-gen sel normal yang disebut proto-onkogen. proto onkogen ini dalam kondisi normal berfungsi sebagai mengatur dan meregulasi pertumbuhan sel. proto- onkogen dapat mengatur pertumbuhan sel dengan menggunakan beberapa proses dan mekanisme biokimia yang kompleks. dan melibatkan beberapa subtansi sel (protein) ada beberapa jenis proto-onkogen yang sudah diidentifikasi dan cara kerjanya sudah diketahui. jika terjadi penyimpangan atau mutasi pada salah satu sel-sel ini, maka onkogen akan membentuk regulasi normal terhadap sel normal akan mengalami gangguan. dan kanker pun akan tumbuh.
  • Gen Penindas Tumor disebut juga dengan Tumor Supressor Gennes bertindak dengan cara terbalik dari proto-onkogen, yaitu ketika salah satu proses tertentu yang tidak aktif atau tidak berjalan, maka TSG akan menghentikan proses pertumbuhan atau pembelahan selnyasejumlah kendali dihapus dan meskipun sel tersebut masih teta beregulasi, maka sel itu memiliki potensi pertumbuhan yang lebih.
  • Gen Perbaikan DNA merupakan gen yang mengatur mekanisme yang digunakan sel untuk memperbaiki kerusakan sel yang terjadi pada DNA nya, kerusakan DNA in bisa terjadi karena mutasi, karena kesalahaan pada penggandaan  dan penyalinan DNA, kerusakan pada DNA bisa terjadi karena adanya gangguan dari luar, seperti terkena radiasi aktif secara metabolis. ada mekanisme dalam perbaikan DNA yaitu :
  1. NER ( nucleotida excision repair) digunakan untuk mengendalikan dan memperbaiki bagian-bagian DNA yang mengalami kerusakan.
  2. perbaikan terhadap kesalahan pemasangan.

How is cancer

Definitions of cancer
Cancer is a class of diseases characterized by uncontrolled cell division and the ability of these cells to invade other biological tissues, either by direct growth in adjacent tissue (invasion) and migration or by a remote place (metasis) Uncontrolled growth is caused by damage to DNA, causing mutations in vital genes that control cell division. several mutations may be required to change normal cells into cancer cells. mutations are often caused by chemical or physical agents called carcinogens. mutation can occur spontaneously can be (obtained) or inherited (mutations gamline),cancer can cause several different symptoms, depending on its location and character of ferocity and whether there is metastasis, a diagnosis that determines usually requires microscopic examination of tissue obtained by biopsy, after diagnosis that determines usually treated with surgery, chemotherapy and radiation.

pengertian kanker

Kanker adalah kelas penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainnya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) dan migrasi atau tempat terpencil (metasis), Pertumbuhan yang tidak terkendali disebabkan oleh kerusakan DNA, menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel. beberapa mutasi mungkin dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. mutasi sering disebabkan oleh kimia atau agen fisik yang disebut karsinogen. mutasi dapat terjadi secara spontan dapat (diperoleh) atau diwariskan (mutasi gamline), kanker dapat menyebabkan gejala yang berbeda, tergantung pada lokasi dan karakter keganasan dan apakah ada metastasis, diagnosis yang menentukan biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi, setelah diagnosis yang menentukan biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi dan radiasi.
(posted by : sofree )