adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label seputar kesehatan pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seputar kesehatan pria. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 05, 2011

Mengungkap 10 Fakta Kanker Testis

(c) blogspot
Kanker testis adalah kanker yang biasa menyerang kaum pria. Ini adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada organ reproduksi pria.
KapanLagi.com -

Oleh: Vindi Karsita

Selain berbahaya, ada fakta lain yang perlu Anda ketahui tentang penyakit ini. Berikut ini adalah 10 fakta mengenai kanker testis:

1. Resiko pria terkena kanker testis adalah 1 dari 250

2. Kanker ini sebesar 1% pada pria dari semua penyakit kanker

3. Kanker testis biasa menyerang pria muda yang berumur 20-39 tahun

4. Kanker testis memiliki kemungkinan penyembuhan terbesar dibanding kanker lain (>90%)

5. Walau dapat disembuhkan penyakit ini masih dapat kembali

6. Kanker ini paling banyak menyerang pria ras Kaukasia, sedangkan pria ras Afrika dan Asia jarang terserang penyakit ini

7. Ada dua tipe dari kanker ini, yaitu seminomas atau kanker yang berkembang lambat dan non-seminomas atau kanker yang berkembang cepat

8. Gejala umum dari kanker testis adalah adanya rasa sakit atau nyeri pada testis

9. Faktor penting yang mempengaruhi antara lain cryptochidism, riwayat keluarga, gondok dan hernia

10. Operasi untuk kanker ini tidak akan mempengaruhi kesuburan, namun kemoterapi akan mempengaruhi kualitas dari sperma.

Walaupun sebagian besar pria beresiko kecil menderita kanker ini, namun pria perlu untuk waspada. Tetap saja penyakit ini bukanlah hal yang sepele. Lalu, bagaimana dengan pasangan Anda

Kamis, Desember 23, 2010

Kenali 10 Tanda Dini Kanker Prostat


Kanker prostat adalah salah satu dari 10 penyakit tersering yang menimpa pria. Sayang, para pria kerap tidak sadar dengannya sampai penyakit ini menyebar dan makin sulit diterapi.
Bisa jadi ini akibat terlalu banyaknya gejala yang ada. Setidaknya, ada cara mengenali gejala kanker prostat. Mari kita lihat tanda-tanda berikut ini :
1. Sulit berkemih
Bisa berupa perasaan ingin berkemih tapi tidak ada yang keluar, berhenti saat sedang berkemih, ada perasaan masih ingin berkemih atau harus sering ke toilet untuk berkemih karena keluarnya sedikit – sedikit. Gejala ini akibat  membesarnya kelenjar prostat yang ada di sekitar saluran kemih karena ada tumor di dalamnya sehingga mengganggu proses berkemih. Kelenjar prostat akan makin besar seiring bertambahnya usia seseorang. Karena itu, periksa diri ke dokter untuk membedakan apakah hanya pembesaran prostat ataukah kanker.
2. Nyeri saat berkemih
Problem ini juga akibat adanya tumor prostat yang menekan saluran kemih. Namun, nyeri ini juga bisa merupakan gejala infeksi prostat yang disebut prostatitis. Bisa juga tanda hiperplasia prostat yang bukan merupakan kanker.
3. Keluar darah saat berkemih
Gejala ini jarang terjadi, namun jangan diabaikan. Segeralah periksa ke dokter meski darah yang dikeluarkan hanya sedikit, samar – samar atau hanya berwarna merah muda. Kadangkala infeksi saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala ini.
4. Sulit ereksi atau menahan ereksi
Tumor prostat bisa saja menyebabkan aliran darah ke penis yang seharusnya meningkat saat terjadinya ereksi menjadi terhalang sehingga susah ereksi. Bisa juga menyebabkan tidak bisa ejakulasi setelah ereksi. Tapi sekali lagi, pembesaran prostat bisa saja menyebabkan munculnya gejala ini.
5. Darah pada sperma
Gejala ini, seperti darah pada urin, bisa timbul tidak terlalu jelas. Darah tidak dalam jumlah banyak dan hanya menyebabkan warnanya berubah menjadi merah muda. Meski begitu patut diwaspadai
6. Sulit Buang Air Besar (BAB) dan ada masalah saluran pencernaan lainnya
Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih dan di depan rektum. Akibatnya, bila ada tumor pencernaan akan terganggu. Namun perlu diingat, sulit BAB yang terus menerus terjadi juga bisa menyebabkan pembesaran prostat karena terjadi tekanan pada kelenjar secara terus menerus. Sulitnya BAB dan gangguan saluran cerna bisa juga mengindikasikan kanker usus besar.
7. Nyeri terus menerus di punggung bawah, panggul atau paha dalam bagian atas
Sering, kanker prostat menyebar di wilayah-wilayah ini, yaitu pada punggung bawah, panggul dan pinggul sehingga nyeri yang sulit dijelaskan di bagian ini bisa menjadi tanda adanya gangguan
8. Sering berkemih di malam hari
Jika Anda sering terbangun di malam hari lebih dari sekali hanya untuk berkemih, periksalah segera ke dokter.
9. Urin yang menetes atau tidak cukup kuat
Gejala ini mirip inkontinensia urin (ngompol). Urin tidak dapat ditahan hingga perlahan keluar dan menetes. Atau kalau pun keluar aliran tidak cukup kuat.
10. Usia di atas 50 dan mempunyai faktor resiko
Karena tidak menimbulkan gejala maka pria yang memiliki faktor risiko sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko ini termasuk adanya anggota keluarga yang menderita kanker terutama jika itu sang ayah,  obesitas/kegemukan dan merokok merupakan salah satu faktor risiko kanker prostat.

Bila Prostat Menjadi Kanker


Karena penyebab kanker prostat tidak diketahui secara pasti, tak ada seorang pun bisa mengatakan bagaimana mencegahnya. Namun, banyak penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol dapat membantu mencegah kanker prostat.
Para ahli merekomendasikan agar pria rajin makan tomat merah dan produk kedelai, semisal tahu, tepung kedelai, susu kedelai, dan mengurangi konsumsi daging merah. Konsumsi vitamin A, E, dan D dikatakan bisa membantu mencegah pertumbuhan tumor dalam prostat manusia maupun hewan. Demikian juga olahraga teratur dan proporsional.
Diperkirakan sekitar 30 persen pria usia di atas 50 tahun menderita kanker prostat tanpa disadari. Bahkan, jumlah itu meningkat sampai 90 persen pada pria berusia 90-an tahun.Sebab itu, pria dianjurkan untuk selalu melakukan cek kesehatan rutin setiap tahun. Kegiatan ini sebaiknya dimulai sebelum menginjak usia 40-an.
Meski pembengkakan prostat berjalan pelan, untuk kasus kanker, perkembangannya termasuk cepat. Pemeriksaan kanker biasanya dilakukan dengan cara colok dubur dan pengujian darah antigen, khusus prostat atau PSA (prostate-specific antigen).
Bila Anda dicurigai terkena kanker, akan dilakukan tes lagi. Kadar normal PSA antara 0 sampai 4 Mg/l atau mikrogram per liter. Kalau kadar PSA meningkat lebih dari 4 Mg/l dan sama dengan 9 Mg/l, Anda berisiko kena kanker prostat. Namun, bila lebih, misalnya 10 Mg/l, risiko terkena kanker meningkat sampai 65 persen!
Pada stadium awal, kanker bisa diatasi dengan radiasi dan pembedahan. Terapi ini bahkan bisa mengurangi ketidakmampuan seksual Anda. Tentu saja, Anda yang berusia di atas 40-an sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar PSA setiap tahun supaya kondisi kesehatan lebih dini diketahui.  Lebih dini diketahui, kondisinya lebih mudah disembuhkan.
Siapa Berisiko?Pada dasarnya pembesaran prostat bisa dihindari. Berikut ini beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan agar Anda bisa menghindari terjadinya pembesaran prostat:
- Pria usia di atas 50 tahun. Lebih dari 80 persen kasus kanker prostat ditemui pada pria di atas usia 65 tahun.
- Gaya hidup tidak nyaman, penuh tekanan dan stres.
- Pria yang menggemari daging merah dan tidak menyukai sayur serta buah.
- Perokok.
- Kurang berolahraga.
- Pria yang punya riwayat keluarga kanker prostat.
- Penderita diabetes melitus.
- Obesitas. Tipe berat badan yang mengganggu prostat adalah tipe bentuk tubuh membesar di bagian pinggang dengan perut buncit seperti apel. Beban di perut menekan otot organ seksual, sehingga menyebabkan hilangnya kelenturan otot organ seksual. Selain itu, deposit lemak mengganggu kinerja testis.
- Ada gangguan jantung, misalnya kerusakan organ, payah jantung, atau pembesaran jantung.

Bila Prostat Menjadi Kanker


Karena penyebab kanker prostat tidak diketahui secara pasti, tak ada seorang pun bisa mengatakan bagaimana mencegahnya. Namun, banyak penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol dapat membantu mencegah kanker prostat.
Para ahli merekomendasikan agar pria rajin makan tomat merah dan produk kedelai, semisal tahu, tepung kedelai, susu kedelai, dan mengurangi konsumsi daging merah. Konsumsi vitamin A, E, dan D dikatakan bisa membantu mencegah pertumbuhan tumor dalam prostat manusia maupun hewan. Demikian juga olahraga teratur dan proporsional.
Diperkirakan sekitar 30 persen pria usia di atas 50 tahun menderita kanker prostat tanpa disadari. Bahkan, jumlah itu meningkat sampai 90 persen pada pria berusia 90-an tahun.Sebab itu, pria dianjurkan untuk selalu melakukan cek kesehatan rutin setiap tahun. Kegiatan ini sebaiknya dimulai sebelum menginjak usia 40-an.
Meski pembengkakan prostat berjalan pelan, untuk kasus kanker, perkembangannya termasuk cepat. Pemeriksaan kanker biasanya dilakukan dengan cara colok dubur dan pengujian darah antigen, khusus prostat atau PSA (prostate-specific antigen).
Bila Anda dicurigai terkena kanker, akan dilakukan tes lagi. Kadar normal PSA antara 0 sampai 4 Mg/l atau mikrogram per liter. Kalau kadar PSA meningkat lebih dari 4 Mg/l dan sama dengan 9 Mg/l, Anda berisiko kena kanker prostat. Namun, bila lebih, misalnya 10 Mg/l, risiko terkena kanker meningkat sampai 65 persen!
Pada stadium awal, kanker bisa diatasi dengan radiasi dan pembedahan. Terapi ini bahkan bisa mengurangi ketidakmampuan seksual Anda. Tentu saja, Anda yang berusia di atas 40-an sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kadar PSA setiap tahun supaya kondisi kesehatan lebih dini diketahui.  Lebih dini diketahui, kondisinya lebih mudah disembuhkan.
Siapa Berisiko?Pada dasarnya pembesaran prostat bisa dihindari. Berikut ini beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan agar Anda bisa menghindari terjadinya pembesaran prostat:
- Pria usia di atas 50 tahun. Lebih dari 80 persen kasus kanker prostat ditemui pada pria di atas usia 65 tahun.
- Gaya hidup tidak nyaman, penuh tekanan dan stres.
- Pria yang menggemari daging merah dan tidak menyukai sayur serta buah.
- Perokok.
- Kurang berolahraga.
- Pria yang punya riwayat keluarga kanker prostat.
- Penderita diabetes melitus.
- Obesitas. Tipe berat badan yang mengganggu prostat adalah tipe bentuk tubuh membesar di bagian pinggang dengan perut buncit seperti apel. Beban di perut menekan otot organ seksual, sehingga menyebabkan hilangnya kelenturan otot organ seksual. Selain itu, deposit lemak mengganggu kinerja testis.
- Ada gangguan jantung, misalnya kerusakan organ, payah jantung, atau pembesaran jantung.

9 Kiat Hindari Kanker Prostat


shutterstock.com
KOMPAS.com – Kanker prostat memang menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para pria, akan tetapi menurut penelitian, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat. Mau tau?
Makanlah lebih banyak makanan rendah lemak, tinggi serat, atau makanan yang mengandung asam lemak omega- 3, seperti produk kacang- kacangan contohnya tahu sutra dan kacang kedelai, tomat dan makanan yang mengandung saus tomat, sayur – sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kol serta ikan salmon, tuna dan sarden.
Para peneliti juga menemukan cara – cara lain untuk membantu mengurangi resiko kanker prostat seperti meminum segelas anggur merah atau teh hijau, serta suplemen seperti vitamin D dan E serta selenium.
Usia di atas 50 tahun memang merupakan salah satu faktor resiko untuk kanker prostat. Lebih dari 65 persen dari seseorang yang baru didiagnosa kanker prostat berusia 65 tahun keatas. sebagai tambahan 90 persen dari kematian karena kanker prostat terdapt pada usia pria diatas 65,4 tahun.
Mari kita lihat beberapa faktor berikut ini yang bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat :
1. Memperbaiki keadaan kesehatan umum.
Jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
2. Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun – racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 – 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
3. Kurangi minum alkohol.
4. Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
5. Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
6. Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
7. Kurangi konsumsi daging – dagingan dan lemak
8. Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
9. Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran.

Diet Sehat Hadang Kanker Prostat


KANKER prostat bagi pria sama menakutkannya dengan kanker payudara bagi wanita. Walaupun kanker prostat sering kali tidak berakibat fatal, dapat merusak kualitas hidup, prostat sering menimbulkan masalah disfungsi seksual (impotensi) dan inkontinensi urin (ngompol).
Kedua efek samping itu jelas merupakan pukulan berat bagi pria. Diagnosis kanker prostat tak ubahnya datangnya hari kiamat. Padahal, langkah pencegahan untuk penyakit ini sebetulnya tidak terlalu sulit.
Pola makan yang baik atau diet dapat mengurangi risiko terkena kanker prostat hingga 50 persen. Demikian diungkapkan John Hibbs, dokter ahli naturopati dari Universitas Bastyr, Seattle, Washington, Amerika Serikat.
Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Langkah pencegahan itu akan sangat menguntungkan bila dijalankan oleh mereka yang berisiko tinggi terkena kanker prostat.
Siapa kelompok berisiko tinggi ini?
-    Pria usia 50 tahun ke atas.
-    Memiliki riwayat kanker prostat dalam keluarga (ayah atau saudara pernah terkena kanker prostat).
-    Ras Afro-Amerika (hal ini masih perlu penelitian rinci, tetapi ras ini diduga lebih berisiko dibandingkan kulit putih).
Cara pencegahan yang ditawarkan John Hibbs, yakni diet, jelas sangat alami dan mudah dilakukan. Para pria hanya perlu mendisiplinkan diri untuk menjalaninya. Langkah itu antara lain memangkas konsumsi lemak, lebih banyak mengasup buah dan sayuran, dan sebagainya, seperti terurai di bawah ini.
Menambah asupan ikan dan omega 3
Omega 3, nutrisi yang sangat bersahabat dengan jantung ini rupanya dapat membantu mencegah kanker prostat. Penelitian laboratorium menunjukkan kekuatan omega 3 dalam menghentikan perkembangan sel-sel tumor prostat.
Saat para peneliti Universitas Harvard menguji 48.000 pria AS selama 12 tahun, pria yang mengonsumsi ikan lebih dari 3 kali per minggu, 44 persen lebih sedikit terkena kanker prostat ketimbang mereka yang mengonsumsi ikan kurang dari dua kali sebulan.
Asam lemak omega 3 ditemukan dalam ikan air dingin seperti salmon, makarel, trout, dan remis. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen minyak ikan.
Kurangi daging dan susu
Jika Anda ingin terhindar dari kanker prostat, jauhi makanan berlemak seperti daging dan susu. Banyak studi mengemukakan, makanan tinggi lemak jenuh meningkatkan risiko terkena kanker prostat hingga dua atau tiga kali lipat.
Pria Jepang yang masih menganut pola makan tradisional, yakni banyak makan ikan ketimbang junk food, memiliki risiko yang jauh lebih kecil untuk terkena kanker prostat daripada pria AS.
Mengapa daging dan susu dianggap berbahaya? Menurut Hibbs, lemak jenuh yang terdapat di dalam keduanya dapat memacu peradangan, yang selanjutnya mendukung pertumbuhan tumor. Ketika Anda menumpuk lemak hewani dalam tubuh, itu sama artinya dengan memotong kadar antioksidan si pencegah kanker.
Coba ganti daging merah dengan ikan atau daging unggas tanpa kulit. Lupakan susu penuh lemak, dan tukar dengan susu rendah atau tanpa lemak. Begitu saran Hibbs.

Pilihlah kedelai 

Wanita sering disarankan mengonsumsi kedelai guna menguatkan tulang dan manfaat sehat lainnya. Berdasarkan penelitian terbaru, pria juga dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi kedelai.
Para peneliti telah mengamati kesehatan 12.000 orang selama sekitar 20 tahun. Pria yang minum susu kedelai lebih dari satu kali per hari, 70 persen lebih tidak berisiko untuk terkena kanker prostat ketimbang pria yang tidak meminumnya.
Karena itu, sebaiknya para pria mulai rajin minum susu kedelai. Bisa juga mengganti susu untuk campuran sereal atau kopi, dengan susu kedelai.

Perbanyak sayuran 

Pada tahun 2000, peneliti dari Universitas Hawaii memeriksa menu diet dari 3.237 pria. Setengahnya mengidap prostat dan setengahnya tidak. Survei membuktikan, para pria yang bebas kanker ternyata mengasup lebih banyak sayuran dan kacang polong. Baru-baru ini penelitian di Kanada menunjukkan hasil yang sama. Jadi, bila Anda ingin bebas dari kanker prostat, makanlah sayuran setidaknya lima porsi sehari.
Lengkapi dengan Tomat
Sayuran yang mengandung paling banyak zat pencegah prostat adalah tomat. Tomat mengandung likopen, salah satu keluarga karotenoid yang bersifat antioksidan.
Para ilmuwan dari Universitas Yale telah menganalisis contoh darah dari 473 pria, baik yang mengidap kanker prostat, maupun yang tidak. Mereka menemukan, pria yang bebas kanker prostat memiliki lebih banyak likopen dalam darahnya dibandingkan mereka yang sakit.
Likopen terbaik terdapat dalam tomat yang dimasak. Memasak tomat tak hanya memaksimalkan fungsi likopen, tetapi juga menambah rasa tomat itu sendiri. Kini likopen dapat diperoleh dalam bentuk suplemen, tetapi yang terbaik tentu dari bahan segar alami.
“Tomat berisi lebih banyak lagi karotenoid, selain likopen; dan semua itu penting,” kata Dr William Dahut dari Institut Kanker Nasional AS. Konsumsi setidaknya 3 buah tomat seminggu untuk mencegah kanker prostat.
Selenium
Selenium menjadi primadona pencegah kanker pada tahun 1996 ketika sebuah studi menunjukkan hasil yang tak terduga. Para peneliti dari Universitas Arizona memberikan suplemen selenium kepada pasien kanker kulit tiap hari, dengan harapan dapat mencegah kekambuhan. Tindakan ini ternyata tidak memberi banyak manfaat.
Namun, setelah enam tahun hasil menunjukkan bahwa pemberian selenium itu justru dapat meredam pertumbuhan kanker prostat. Hasil ini dikuatkan oleh beberapa studi lain.
Selenium banyak ditemukan dalam makanan nabati, misalnya bawang putih. Untuk memenuhi kebutuhan, Anda bisa juga mengonsumsi suplemen selenium 200 mkg per hari.

Konsumsi vitamin E

Peneliti Finlandia menemukan, vitamin E dapat menekan risiko kanker prostat sampai 32 persen. Masalahnya, sulit mendapat asupan vitamin E yang cukup dari makanan sehari-hari. Minyak nabati kaya akan vitamin, tetapi proses pengolahan bisa mengubah kadarnya. Kacang tanah, buncis, dan sayuran hijau juga mengandung vitamin ini. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, Anda bisa memperoleh vitamin E dari suplemen dengan dosis 400 IU per hari./* (copy from kompas.com)

Ukuran Jari Lebih dari Normal Bisa Pertanda Kanker Prostat


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Bagi Anda kaum pria dengan jari telunjuk berukuran lebih panjang dari jari tengah, layak waspada. Pasalnya, hasil riset terbaru mengungkapkan, pria dengan ukuran jari telunjuk lebih panjang dibanding jari tengah berisiko tiga kali lipat terkena kanker prostat.
Risiko tersebut kian berlipat bila pria memiliki jari manis lebih panjang ketimbang jari telunjuk. Sebaliknya, bagi pria dengan jari manis berukuran sama dengan jari telunjuk memiliki risiko kecil terkena kanker prostat.
Hasil riset juga mengungkapkan, dari hasil tes PSA (Prostate-Specific Antigen/antigen khusus prostat), menunjukan pria dengan jari manis berukuran lebih panjang dari jari telunjuk memiliki level PSA cenderung tinggi. Zat kimia ini kerap ditemukan dalam level tinggi ketika kanker memasuki stadium awal.
“Kami meyakini bahwa temuan riset memberikan cukup bukti bahwa ada keterkaitan antara ukuran jari dan tingginya level PSA,” tulis peneliti dalam British Journal of Urology seperti dikutip dari dailymail, Rabu (21/7).
Menanggapi temuan riset, ED young, Peneliti dari Cancer Reseach UK, menilai, rasio panjang jari yang dijadikan dasar analisa terhadap risiko seseorang terkena kanker prostat mungkin cukup akurat. Ia mencontohkan temuan riset terdahulu yang menyimpulkan adanya keterkaitan antara rasio ukuran jari dengan risiko kanker prostat. Meski begitu, kata dia, tidak ada yang bisa menjelaskan apakah rasio ukuran jari bisa digunakan untuk memprediksikan risiko tersebut.
Sebagai informasi, ukuran jari sebelah kanan secara medis cenderung lebih panjang ketimbang sebelah kiri. Perbedaan itu secara medis berpengaruh terhadap keseimbangan produksi hormon pada tubuh. Hasil riset terdahulu sempat membahas keterkaitan antara ukuran jari manis dengan indeks rata-rata ukuran jari tangan sebelah kanan terhadap kesehatan pria. Keterkaitan ini termasuk pula dengan hubungan ukuran jari dengan risiko penyakit jantung.
Tahun lalu, pakar medis dari Southampton University pernah pernah menyimpulkan ukuran jari yang lebih panjang sangat berpengaruh pada kemampuan berlari. Kunci dari riset tersebut adalah pengaruh hormon testoteron pada organ kelamin pria.
Adapun riset terakhir di Incheon, Korea Selatan, yang melibatkan 366 pria berusia 40 tahun menyimpulkan masalah sistem pembuangan urine merupakan gejala awal kanker prostat.

Masturbasi dan Resiko Kanker Prostat


Polyxeni Dimitropoulou PhD, Rosalind Eeles PhD. FRCP, dan Kenneth R. Muir PhD mengevaluasi riwayat kehidupan seksual 840 pria,  ternyata hasilnya sangat mengejutkan. Mereka (pria) yang melakukan masturbasi 1 sampai 7 kali seminggu pada saat dewasa muda (20 sampai 30 tahun) ternyata memiliki resiko terserang kanker prostat lebih tinggi daripada mereka yang melakukan masturbasi 1 atau kurang dari 1 kali dalam sebulan. Sekalipun masturbasi secara fisiologis hampir sama dengan melakukan hubungan seksual, namun teori ini tidak berlaku bagi mereka yang melakukan hubungan seksual 1 sampai 7 kali seminggu.
Namun para peneliti dari England’s University of Nottingham ini berteori bahwa hormon seksual pria, androgen, akan meningkat drastis pada pria dewasa muda jika sering-sering melakukan masturbasi dan peningkatan androgen inilah yang dianggap sebagai penyebab peningkatan resiko kanker prostat. Sekalipun penelitian ini belum tuntas sepenuhnya, tapi setidaknya hasil penelitian ini bisa dijadikan patokan dalam rangka penurunan resiko terserang kanker prostat, yaitu dengan cara tidak melakukan masturbasi.
Kanker prostat setiap tahunnya bisa membunuh 221.000 pria di seluruh dunia. Yang menyulitkan lagi adalah tidak adanya tanda peringatan dan gejala dini dari kanker prostat, sehingga ketika sel kanker udah menyerang prostat, maka akan terjadi pembengkakan secara cepat. Pembengkakan prostat karena kanker ini mungkin memunculkan gejala-gejala seperti dibawah ini :
  1. Terlalu sering kencing, terutama pada malam hari.
  2. Nyeri atau sensasi terbakar pada saat kencing atau ejakulasi.
  3. Melemahnya pancaran air seni.
  4. Terdapat darah pada air seni dan sperma.
  5. Nyeri pinggul dan punggung bagian bawah.
Jika Anda laki-laki dan berusia diatas 50 tahun memiliki gejala seperti diatas, terutama poin 1 sampai 3, akan sangat jauh lebih baik jika melakukan tes kanker prostat secepatnya.
Sumber : http://evialfadhl.wordpress.com/2010/05/29/masturbasi-dan-resiko-kanker-prostat/#more-665

Intip Risiko Kanker Prostat Lewat Jari


Intip Risiko Kanker Prostat Lewat Jari

Tidak ada rumus sederhana yang dapat memastikan siapa yang akan mengalami masalah pada prostatnya. Karena itu, banyak dokter menganjurkan pria di atas usia 40 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan prostat.
Cara lain untuk mengetahui risiko kanker prostat, paling tidak, menurut penelitian yang dimuat dalam British Journal of Cancer, adalah dengan melihat perbedaan panjang jari. Disebutkan bahwa pria yang memiliki jari telunjuk lebih panjang dari jari manisnya memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker prostat.
Ukuran panjang jari sudah terbentuk sebelum bayi dilahirkan dan sangat dipengaruhi oleh kadar hormon seks di dalam kandungan. Janin yang terekspos oleh hormon testosteron yang lebih sedikit akan memiliki ukuran jari telunjuk lebih panjang dan terlindung dari kanker prostat di kemudian hari.
“Hasil riset ini mungkin kelak bisa dipakai sebagai salah satu alat skrining untuk dikombinasikan dengan faktor-faktor risiko lainnya, seperti tes genetik dan riwayat dalam keluarga,” kata Profesor Ros Eeles, peneliti dari Universitas Warwick dan Institute of Cancer Research, Inggris.
Penelitian tersebut menambah bukti studi-studi sebelumnya yang menyebutkan kaitan antara pengaruh keseimbangan hormon pada janin dan penyakit yang mungkin diderita di kemudian hari. Bukan tidak mungkin jika nantinya para ibu hamil bisa melakukan cara-cara pencegahan risiko kanker pada calon bayinya.
Meski begitu, para pria yang memiliki jari telunjuk lebih pendek tidak perlu khawatir karena kanker prostat lebih banyak dipengaruhi oleh faktor usia. Makin lanjut umur seorang pria, makin tinggi pula risikonya mengalami masalah prostat.