adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label kencan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kencan. Tampilkan semua postingan

Kamis, November 11, 2010

Inilah 7 Tips Sukses, Kencan Pertama

Anda pernah merasakan “klik” yang nyaman dengan seseorang? Pertama kali ngobrol lalu Anda merasa terhubung dan saling timbal balik yang enak? Jarang-jarang, ya? Kita pikir hal semacam itu terjadi dengan alami dan tidak bisa dibuat-buat. Namun, Rom dan Ori BRafman, penulis Click: The Magic of Instant Connections, mengatakan, keterhubungan tidak terjadi begitu saja. Menurut kakak beradik ini, hal itu bisa diprakarsai.
Dalam bukunya, para penulis mengatakan, bahwa menunjukkan kerentanan diri bisa membantu si dia untuk terhubung dan merasa ingin berjumpa lagi dengan Anda. Menurut mereka, kita seringkali mengasosiasikan kerentanan dengan hal yang negatif atau kelemahan, namun, yang dimaksud dengan kerentanan di sini adalah keterbukaan dan mengungkapkan informasi pribadi. Bukan berarti membuka diri dan memberitahu si dia semua rahasia terdalam Anda dan mencurahkan semua masalah Anda. Hal-hal kecil, seperti bercanda atau memberitahunya apa yang sedang terlintas dalam pikiran Anda akan menciptakan semacam keintiman. Semakin Anda ungkap tentang diri Anda, maka si dia pun akan mencoba melakukan hal yang sama, lalu hal ini akan membuatnya merasa ada hubungan dengan Anda.
Beberapa contoh lainnya;

1. Menceritakan kisah masa kecil
Contoh, misal, saat kencan pertama Anda dan dia pergi ke sebuah toko pizza. Lalu Anda bercerita bahwa di TK dulu, guru Anda sering melakukan kejutan mendadak dengan mengadakan pesta pizza untuk kelas Anda. Setiap hari Anda jadi semangat ke sekolah dan mengharapkan akan ada pesta pizza dadakan lagi. Bukan cerita yang sangat hebat, tetapi Anda jadi tidak terlalu “jaim” karena menceritakan cerita seru dari masa kecil Anda dulu. Anda mengirimkan pesan bahwa Anda percaya pada orang itu untuk bercerita dan terbuka. Menceritakan kisah masa kecil yang seru dan positif sangat kecil kemungkinannya untuk menjadi hal yang mengesalkan.

2. Biarkan ia tahu bahwa Anda menikmati hari itu
“Terima kasih untuk mengajak saya ke sini” atau “Menyenangkan berbicara dengan kamu”. Hal ini akan memberitahunya bahwa Anda merasa senang, dan ia tak perlu menerka-nerka apakah Anda merasa senang atau tidak, sehingga ia bisa berlega hati dan fokus untuk menjadi dirinya sendiri.
Namun, hati-hati, jangan terlalu sering mengutarakan perasaan Anda, ketimbang mengutarakan perasaan Anda kepadanya dan membuatnya merasa tidak nyaman, ungkap perasaan Anda tentang keadaannya. Seperti, “Malam ini berjalan menyenangkan,” ketimbang, “Saya suka kamu”.
3. Jangan mengatakan hal-hal negatif

Hindari kata-kata bernada negatif, seperti, “Saya bosan.” Ini bukannya membuat Anda terlihat rentan, tetapi terlalu kasar.
4. Tanyakan pertanyaan yang membuatnya rentan (dalam artian baik)
Katakan hal-hal seperti, “Di keluarga, kamu paling dekat dengan siapa?” atau “Apa arti masa SMA buat kamu?” Jika ia tak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, jangan menyerah, mungkin ia hanya gugup. Gali lebih dalam, atau lebih spesifik. “Kamu dekat dengan kakak-adik kamu?” atau, “Di masa SMA, kamu paling dekat dengan siapa?”

5. Ide seru
Jika Anda memiliki ide seru mendadak untuk berkencan, utarakan. Misal, jika Anda ingin berbagi es krim dengan si dia, sarankan untuk beli 1 cone saja. Bersikaplah seperti Anda sedang pergi dengan teman. Spontan dan mencoba hal baru bisa jadi menyenangkan.

6. Menunjukkan antusiasme dan energi
Ciptakan keingintahuan tentang dirinya, dan tanyakan apa yang menarik, bukan pertanyaan membosankan, seperti “Kamu kerja di mana?”

7. Jangan takut untuk beda pendapat
Ini akan memancarkan kepercayaan diri Anda. Jika Anda memandang suatu topik kebalikan dari pandangannya, ungkap saja. Jika ternyata keadaan memanas, turunkan suhunya dengan berkata, “Wow, baru setengah jalan di kencan pertama, dan kita sudah berdebat serius. Menyenangkan sekali kita bisa saling jujur dan mengungkapkan pikiran masing-masing.

Sumber: marie claire, kompas.com

Bahaya! Kecanduan Pornografi Pada Pria

Selama ini sebagian pria menganggap kebiasaan menonton film porno merupakan hal wajar. Bahkan, tidak sedikit juga pria yang menganggap dengan menyaksikan film ini akan makin menambah referensi gaya bercinta.
Tapi, tunggu dulu. Menurut sebuah survei, pria yang kecanduan menonton adegan film porno bisa memunculkan dampak negatif, khususnya kepada pasangan, seperti dikutip dari Timesofindia.
Dampak yang muncul, antara lain, sebagian pria bisa memonopoli hubungan seksual. Pria bisa menganggap pasangannya pasti siap memenuhi semua keinginannya bercinta, seperti yang sering dia tonton dalam film porno. Pria yang sudah kecanduan menonton film erotis atau mengakses situs porno bisa menjadi kesal dan marah meledak-ledak ketika pasangan menolak untuk berperilaku layaknya bintang porno favoritnya.
Dampak negatif lainnya, pria yang ketagihan menonton film porno, dapat merasa sangat kecewa dengan kemampuannya seksual mereka sendiri. Mereka cenderung membandingkan performa seksualnya dengan aktor film porno yang punya kemampuan bercintanya hebat.
Tipe pria ini bisa merasa sangat tidak percaya diri saat bercinta dengan pasangan. Mereka bisa merasa seperti pecundang seksual dan selalu khawatir bila tidak mampu memuaskan pasangan.
Sebagian pria menganggap wanita selalu siap bercinta. Dalam film porno wanita sering menjadi objek dan bisa bercinta kapan saja. Hal itu bisa membuat pria yang kecanduan http://www.resep.web.id/wp-admin/post-new.phppornografi beranggapan, wanita bisa siap kapan saja untuk diajak bercinta. Padahal kenyataannya, wanita sangat dipengaruhi mood dan perasaan saat ingin bercinta.

sumber: Siswanto, VIVAnews