adsensense champ

Tampilkan postingan dengan label jenis kanker berbahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis kanker berbahaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 09, 2011

Gaya Bercinta yang Berbahaya Bagi Wanita

Penelitian terbaru mengungkapkan posisi bercinta yang tak biasa ini ternyata berisiko menularkan penyakit seksual lebih tinggi pada wanita dari pria. Posisi apakah itu?
Hubungan seksual melalui anal telah lama dikenal berbahaya bagi kesehatan terutama pelaku hubungan sejenis di kalangan pria. Sebuah laporan kesehatan di Amerika Serikat menemukan 100 ribu wanita melakukan hubungan seks anal per tahun. Ini berpotensi menyebarkan penyakit menular seksual termasuk HIV.
Selama hubungan anal, membran anal mudah rusak dan memicu penyebaran infeksi. Studi menyebut,paparan dubur yang terinfeksi HIV meningkatkan risiko infeksi virus mematikan tersebut 30 kali lipat pada area intim wanita.
“Puluhan ribu warga (New York) terlibat perilaku seksual berisiko,” kata Dr Thomas Farley, Komisaris KesehatanNew York. Dia menyebut, dalam hubungan sesama jenis atau gay, orang lebih menyadari adanya risiko terjangkit HIV.
Namun, tidak demikian dengan wanita. Sebanyak 63 persen wanita tidak terlindungi selama hubungan seks anal. “Gunakan kondom setiap hubungan seksual yang berisiko tinggi seperti anal. Namun, posisi ini sangat dianjurkan untuk tidak melakukannya sama sekali,” ungkap Farley.
vivanews.com

Sabtu, November 13, 2010

Gejala Kanker Rahim

Kanker mulut rahim (serviks) merupakan momok yang paling menakutkan bagi semua wanita. Selain belum ada obatnya, kanker mulut rahim juga bisa mengakibatkan kematian. Jenis kanker ini paling sering ditemukan di antara penyakit kanker ginekologik, dan menjadi penyebab kematian utama wanita penderita kanker di negara berkembang, termasuk Indonesia.


Gejala dari kanker mulut rahim biasanya terjadi keputihan yang lama dan tidak diobati dengan baik, keputihan yang berbau atau bisa juga saat hubungan suami istri terjadi perdarahan (contact bleeding), pada tahap displasia sampai stadium I, praktis tanpa keluhan. Baru menginjak stadium 1 A- 3b terdapat keluhan pasien. Sedangkan pada stadium 4B sel kanker sudah menjalar ke otak dan paru-paru.


Kanker leher rahim sampai kini belum diketahui penyebabnya. Berdasarkan penelitian terbaru, virus HPV merupakan salah satu pemicunya. HPV dapat menjangkiti seorang wanita jika pasangan seksualnya mengidap virus tersebut akibat berganti pasangan. Selain itu, wanita yang mempunyai kebiasaan merokok juga rawan terkena kanker ini. Zat nikotin yang dikandung tembakau mempunyai kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim, sehingga membuatnya rentan terhadap sel-sel kanker.


Pengidap kanker ini biasanya perempuan usia produktif, Aktif melakukan hubungan seks, sering berganti pasangan seksual, kawin dalam usia relatif muda ( <17 tahun) dan sering melahirkan.


Pencegahan paling efektif adalah melalui pendeteksian dini dengan pemeriksaan pap smear, yang bisa mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi sel kanker. Semakin dini sel-sel abnormal terdeteksi, semakin rendah risiko seseorang menderita kanker mulut rahim.


Tes pap smear adalah suatu pemeriksaan yang aman, murah, dan telah dipakai bertahun-tahun untuk mendeteksi kelainan sel-sel di mulut rahim. Sebaiknya kaum wanita secara rutin melakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali setelah berhubungan seks, atau tiga bulan setelah melahirkan untuk mendeteksi ada atau tidaknya prakanker/displasia.


Pengobatan pada kanker mulut rahim ada tiga, yaitu operasi, penyinaran (radiasi), dan kemoterapi. Masing-masing terapi dilakukan dokter menurut stadium kanker yang dialami pasien dan dengan pertimbangan kaidah dan risiko bagi pasien. Stadium O atau disebut juga lesi prakanker sangat mudah diobati dengan tindakan lokal. Selanjutnya stadium 1, dibagi A dan B, pilihan pengobatan dengan operasi. Stadium 2A masih dioperasi, tetapi stad 2B tidak lagi dioperasi, melainkan sebaiknya radiasi dibantu kemoterapi. Stadium 3 dan 4 adalah stadium lanjut, dibagi juga A dan B, biasanya radiasi dibantu kemoterapi.



Tips menghindarkan wanita dari kemungkinan terkena kanker mulut rahim sebagai berikut:

1. Waspadai gejalanya. Segera hubungi dokter kalau terdapat gejala-gejala yang tidak normal seperti pendarahan, terutama setelah aktivitas seksual.

2. Pemeriksaan teratur. Lakukan tes pap smear setiap tahun. Ini dilakukan sampai berusia 70 tahun.

3. Jangan merokok karena dapat merangsang timbulnya sel-sel kanker melalui nikotin dikandung dalam darah Anda. Risiko wanita perokok 4-13 kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok. Diperkirakan nikotin memberikan efek toksik pada sel epitel, sehingga memudahkan masuknya mutagen virus.

4. Hindarkan kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan antiseptik maupun deodoran karena akan mengakibatkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker. 
 

sumber : http://www.enformasi.com