information cancer, sexual and health of men and women, tips and trick
adsensense champ
Tampilkan postingan dengan label asia tidak puas bercinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asia tidak puas bercinta. Tampilkan semua postingan
Kamis, Januari 27, 2011
Bercinta sambil tertawa itu sehat
VIVAnews - Berhubungan seks dan tertawa ternyata memiliki kesamaan manfaat. Keduanya bermanfaat dalam dalam menurunkan tingkat stres.
Saat Anda berhubungan seks atau tertawa terjadi sebuah reaksi biokimia yang cukup kompleks. Reaksi inilah yang memiliki manfaat untuk menekan produksi hormon-hormon penyebab stres seperti cortisone dan adrenaline.
Berhubungan seks dan tertawa menciptakan suasana rileks. Kondisi ini juga memicu produksi endorphin yang bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Endorphin bermanfaat untuk meredakan rasa sakit seperti sakit kepala, nyeri sendi, migrain. Sementara peningkatan hormon estrogen pada perempuan saat berhubungan intim bermanfaat mencegah sindrom PMS.
Peneliti dari Universitas Stanford mengatakan bahwa tertawa 100 kali memiliki manfaat yang sama dengan berolahraga mengayuh dayung selama sepuluh menit. "Kami menggunakan sekitar 80 otot untuk tertawa dengan lebih banyak tekanan pada otot-otot perut, ini bermanfaat untuk mendukung kesehatan saluran pencernaan, ujarnya.
Namun, tentu saja konyol jika dikatakan tertawa dapat menggantikan kebugaran atau akan membantu kita untuk mengembangkan kekuatan atau stamina. Tapi pasti akan meningkatkan efek yang dihasilkan, katanya berdasarkan penelitian.
Sementara menyangkut kegiatan seks, adanya gairah seks bisa membakar 200 kalori selama 15 menit. Pacu jantung pun bisa meningkat dari 70 menjadi 150, sama ketika Anda melakukan olahraga.
Tertawa juga melatih otot-otot wajah. Aktivitas ini membantu meningkatkan suplai darah ke otak. Hasilnya bisa memberikan efek baik untuk mental Anda sehingga bisa menghasilkan ide segar yang memunculkan keputusan tepat di kepala Anda.
Jadi bercinta sambil tertawa diyakini memberi manfaat ganda bagi kesehatan. Memang tak ada fakta-fakta penelitian yang dapat mendukung kesimpulan itu. Hanya Anda sendiri yang dapat membuktikannya.
Sumber : www.vivanews.com
57 Persen pria Asia tidak puas bercinta
VIVAnews - Survei APSHOW (Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness) yang dilakukan pada 2008 menunjukkan 57 % pria dan 64% wanita tidak puas dalam berhubungan seksual dengan pasangannya. Salah satu penyebabnya adalah masalah disfungsi ereksi.
Disfungsi ereksi adalah kondisi saat pria tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi yang optimal untuk mencapai kepuasan seksual. Setiap pria memiliki risiko terkena disfungsi ereksi. Terutama bagi mereka yang memiliki penyakit jantung, diabetes, kolesterol tinggi dan mengalami depresi.
Lalu, bagaimana mengukur atau mengetahui apakah seorang pria mengalami disfungsi ereksi atau tidak ?
Dalam dunia kedokteran, pengukuran disfungsi ereksi dapat dilakukan dengan mengikuti tes Erection Hardness Score (EHS). EHS adalah tes sederhana yang bisa dilakukan siapa saja, tervalidasi dan menunjukkan tingkat kekerasan ereksi dengan ukuran skala 4. (tahapan ini dapat dilihat di situs www.vi-lounge.com)
Dari tes tersebut di atas, dapat diketahui dalam tahapan mana seseorang mengalami disfungsi ereksi. Hal itu karena masalah ini bukan sekadar ketidakmampuan ereksi tetapi juga ereksi yang tidak optimal atau berada dalam grade 4.
"Kasus disfungsi ereksi yang paling banyak terjadi di Indonesia berada di grade 2 dan grade 3. Hal tersebut bisa membuat hubungan seksual kurang berkualitas dan sulit mencapai kepuasan," kata Profesor Wimpie Pangkahila, SP. And yang juga Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia dalam acara Maximazing You, Pfizer Indonesia, di Hotel Akmani, Jakarta, 8 Desember 2009.
Untuk melakukan tes ini cukup mudah. Kaum pria hanya tinggal mengakses www.vi-lounge.com. Dalam laman tersebut terdapat Tes Erection Hardness Score, dan pria akan diajukan lima pertanyaan singkat yang bisa menjadi rujukan untuk selanjutnya berkonsultasi dengan dokter.
Sumber : www.vivanews.com
Langganan:
Postingan (Atom)