Penis adalah sepotong urat elastis dengan konstruksi unik yang menjuntai di pertengahan tubuh. Penis bukan sekedar asesoris tubuh. Ada dua fungsi penting yang dipikulnya. Yang pertama sebagai saluran pembuangan limbah permbersih seluruh organ tubuh dan yang kedua sebagai penghubung langsung secara fisik antara anda dengan pasangan anda dalam usaha melampiaskan dorongan seksual. Kalau untuk fungsi pertama, penis anda tak perlu mengubah bentuk atau menyiapkan diri anda. Sementara untuk fungsi kedua ada syarat yang sangat penting yang harus dipenuhi agar bisa menjalankan tugas dengan baik, EREKSI. Inilah masalahnya!
Walau peristiwa ereksi itu sangat sederhana, yaitu bertambahnya jumlah darah yang masuk ke rongga penis, tapi untuk peristiwa yang sesederhana itu, prosesnya sangatlah rumit dan melibatkan seluruh tubuh anda. Coba kita lihat proses ereksi yang normal. Tahap pertama adalah tahap perangsangan. Tahap ini sangat bervariasi, tergantung sensitivitas dan usia. Awalnya cukup sekedar mengkhayal, lalu perlu sesuatu untuk dipandang, kemudian harus dipegang-pegang lalu bila sudah sampai pada titik "imun", diperlukan usaha keras agar bisa terangsang.
Rangsangan ini kemudian diteruskan ke jalur refleks ereksi. Darah lalu diperintahkan untuk memompa tabung-tabung dalam rongga ereksi hingga menggelembung, dan tabung-tabung yang sudah menggelembung oleh darah itu mendorong kulit penis yang elastis hingga mencapai batas maksimal kelenturannya, bahkan sampai membuatnya menggeliat ingin lepas dari kungkungan dan menunjuk ke langit. Anda siap tempur!
Dalam kondisi ereksi inilah biasanya anda memanfaatkan penis untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan dorongan seksual sampai anda mencapai tahap berikutnya, yaitu Tahap Tinggi. Pada Tahap ini, penis anda akan mengalami kondisi maksimal dan kritis. Kepalanya membesar, terkadang sampai mengeluarkan cairan yang kadang-kadang mengandung sperma hidup.
Nah tahap puncak yang sering disebut-sebut Tahap Orgasme, berlangsung setelah melalui kedua tahap tadi. Walaupun tidak selalu, tetapi pada umumnya orgasme atau pelepasan ketegangan seksual (sexual tension) ini diiringi dengan ejakulasi. Setelah itu, anda akan terhempas dan kembali ke kondisi normal, tahap ini dikenal sebagai Tahap Resolusi. Jangan langsung memunggungi pasangan anda atau buru-buru ke kamar mandi dan pakai sepatu. Nikmatilah kondisi ini karena pasangan anda masih berada di awang-awang.
Bila anda bisa melewati tahap-tahap itu dengan sukses, maksudnya anda bisa mempertahankan ereksi sampai semua urusan selesai, BAGUSLAH! Tapi.. ketika anda butuhkan itu, dia tak juga mau menegakkan kepalanya. Anda usap-usap, gelitik, tarik-tarik, bahkan pasangan anda pun ikut membantu anda, namun dia tetap malas bangun, itulah kiamat kecil!
Mungkin saja itu kegagalan pertama anda sehingga anda bingung dan tak mengerti mengapa itu bisa terjadi. Bukankah selama ini semua baik-baik saja? Daripada anda sibuk keliling kota mencari tukang obat pinggir jalan yang menjual tangkur buaya, kayu pasak bumi, menyantap torpedo kambing atau langsung mendatangi klinik impotensi yang bertebaran di seputar kota, sebaiknya anda tenang dulu. Ada 2 kelompok faktor yang bisa jadi penyebab terjadi kegagalan atau gangguan ereksi (Disfungsi Ereksi/DE) tersebut, kelompok fisik dan kelompok psikis. Kalau masalahnya faktor-faktor psikis seperti stres, depresi, takut, gelisah dan sejenisnya, mungkin akan segera berakhir dengan terapi ringan. Tapi kalau masalahnya terletak pada fisik atau penyakit-penyakit yang membuat penyempitan pembuluh darah, urusannya akan lebih panjang.
Memang ada beberapa syarat agar anda bisa ereksi dengan baik. Yang pertama, penis harus punya daya mengembang yang baik. Ukurannya ketika ereksi akan sangat dipengaruhi oleh daya kembang adn kapasitas rongga ereksi. Faktor kedua adalah sehat dan lancarnya aliran darah menuju penis. Ketika terjadi rangsangan, pelebaran pembuluh darah menuju penis itu harus sempurna dan hal ini tentu saja menyangkut kesehatan pembuluh darah itu sendiri. Sedangkan faktor terakhir adalah sistem persyarafan. Sistem yang mengalir dari otak ke penis melalui tulang belakang inilah yang mengirim rangsangan dan menggetarkan penis. Aliran darah ke penis yang dalam keadaan tidur hanya sekitar 8 cc/menit, meningkat antara 5 - 10 kali lipat.
Jadi sebenarnya bila sekali waktu anda gagal membangunkan ular tidur walau sudah dibujuk dengan seekor ayam kampung yang segar atau atraksi yang lebih menggairahkan daripada goyang Inul, anda bisa mencurigai telah terjadi sesuatu dari proses ereksi itu. Anda sebaiknya tidak menuruti mitos daging kambing, kerang dara, juga jamu-jamu yang menjanjikan keperkasaan, karena salah-salah bukan kegagalan ereksi yang berhasil anda atasi, tapi malah kolesterol dan tekanan darah yang melesat tinggi. Okelah, bagaimanapun caranya, demi menyelamatkan masa depan, kini anda harus berhadapan dengan dokter yang sudah berpengalaman menangani kasus-kasus begini, lalu beberkan semua masalah anda kepadanya.
Bila ternyata penyebabnya psikis, disarankan kepada anda untuk rileks, berolahraga, cari hiburan dan sejenisnya. Yakinlah, dengan cara-cara sederhana itu, ayam jago anda akan berkokok lagi. Seandainya terapi mandiri ini belum juga membawa hasil, untuk menanggulangi kondisi darurat, harus menjalani terapi kedua, yaitu minum obat yang bekerja untuk membesarkan pembuluh darah ke penis. Obat ini jadi penting karena walaupun masalahnya karena stres atau takut, kegagalan pertama tadi bisa membuat anda panik dan cemas, yang buntutnya ikut jadi penyebab DE.
Pemberian obat sejenis viagra memang membuat solusi cespleng bila torpedo anda macet. Namun karena obat sejenis ini punya efek samping, terutama bagi penderita hipertensi dan jantung, maka anda jangan menjadikannya cemilan di kala lapar. Tanda paling mudah dikenali apakah kegagalan anda akibat fisik atau psikis adalah bila kegagalan itu datang secara tiba-tiba, besar kemungkinan itu lantaran psikis. Kecuali bila terjadi trauma fisik atau peristiwa yang membuat proses ereksi itu terhambat, misalnya jatuh yang membuat syaraf di punggung anda terjepit. Sedangkan DE yang diakibatkan fisik normal biasanya datang secara berangsur-angsur. Mula-mula ereksinya tidak sempurna, lalu gagal sekali-kali, semakin sering, begitu selanjutnya.
Diabetes melitus, tekanan darah tinggi, kolesterol, jantung dan penyakit ginjal adalah beberapa penyakit yang bisa berakibat DE. Celakanya, mengkomsumsi obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit itupun punya efek samping, yang bisa mempersulit ereksi. Narkoba, rokok dan alkohol yang kita ketahui juga bekerja dalam darah, termasuk unsur yang mempersulit mengalirnya darah ke dalam rongga penis.
Bila obat-obatan itu tidak mempan atau tak boleh anda konsumsi, tampaknya anda harus menjalani terapi ketiga, yaitu terapi mekanik. Alat yang digunakan populer dengan sebutan VCD, bukan video compact disk yang mampu menghibur anda, tapi vacum constriction divides (alat vakum jerat) yang mampu menggelembungkan penis anda karena isapannya. Alat yang terdiri dari tabung silinder, pompa vakum dan cincin elastis ini sudah digunakan sejak awal tahun 90-an. Anda tinggal memasukkan si buyung yang sedang tidur itu ke dalam tabung silinder sampai pangkalnya, lalu ketika pompa vakum diaktifkan, tekanan udara di dalam tabung akan negatif. Kondisi ini membuat penis mengembang dan darah mengalir ke dalam rongga ereksi. Setelah cukup, cincin elastis yang semula standby di pangkal tabung, diturunkan melilit pangkal penis hingga darah yang sudah di dalam rongga ereksi tidak langsung mengalir ke luar lagi. Karena peristiwa ereksi begini agak luar biasa, maka daya tahannya pun sangat terbatas, tak boleh lebih dari 30 menit. Lebih dari itu, bisa membahayakan penis anda. Temperatur penis pun dingin dan berwarna kebiru-biruan.
Bila semua cara di atas sudah tak mampu lagi mengatasi masalah anda, maka anda terpaksa menjalani terapi ke 4, yaitu operasi. Ke dalam rongga ereksi anda, akan ditanamkan penis buatan (prostesis) berbahan silikon. Bila sudah sampai ke tingkat ini, biasanya yang bertugas adalah ahli bedah urologi dan anda tidak punya pilihan lagi karena operasi akan merusak rongga ereksi anda.
Memang pernah ada terapi lain, yaitu dengan menyuntikkan berbagai cairan yang akan bekerja membuat rileks otot penis, antara lain papaverin - senyawa non narkotika yang didapat dari pohon opium - ke dalam rongga ereksi anda. Senyawa yang dimetabolisme oleh hati ini, ternyata punya efek samping, yaitu meracuni hati dan merusak rongga ereksi hingga malah mengakibatkan impotensi. Kemudian cara ini ditinggalkan.
Sekarang sudah saatnya menyorot masalah ukuran penis. Memang sulit sekali meyakinkan khalayak bahwa ukuran penis seorang laki-laki itu tak perlu terlalu besar. Kaum wanita hanya butuh sekitar 6 cm untuk bisa membuatnya puas, itu kalau yang ingin anda capai adalah untuk memuaskan kaum wanita. Posisi G-spot memang hanya sekitar sepertiga ke depan dari kedalaman vagina wanita. Di situlah berkumpul ujung-ujung syaraf yang sangat sensitif (titik puncak erotis). Daerah inilah yang harus menjadi target utama saat anda melakukan serangan. Kalau terlalu jauh ke dalam, mungkin malah akan membuat pasangan bercinta anda tak nyaman, dan anda pun tidak berhasil menikmati reaksinya.
Bila anda masih memitoskan bahwa laki-laki perkasa itu ditandai dengan ukuran penisnya, anda tampaknya perlu mengikuti penyuluhan khusus tentang penis. Kejantanan, keperkasaan, serta kemampuan untuk memuaskan pasangan anda di tempat tidur, termasuk memenuhi kompleks perumahan anda dengan keturunan anda, tidak ditentukan oleh ukuran penis anda. Percayalah! Konstruksi penis itu sudah paten dan tak mungkin ditumbuhkembangkan seperti rumah inti di Perumnas. Memang ukurannya berbeda-beda pada setiap orang, tapi itu tak ubahnya dengan perbedaan yang terjadi pada ukuran tubuh manusia. Ada yang tinggi, pendek, gemuk atau kurus. Dalam kondisi ereksi penuh, panjang penis berkisar antara 12 - 20 cm. Setelah dewasa dan pertumbuhan penis berhenti, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk menambah ukuran, baik panjang maupun lingkaran penis. Teknik apapun yang dilakukan, tidak akan berhasil. Kalaupun berkesan lebih panjang dan lebih besar, mungkin karena ereksinya yang makin sempurna. Tapi bukan berarti batang penis yang di dalamnya tersusun kantong-kantong darah itu mengembang.
Satu-satunya cara untuk memperbesar dan memperpanjang penis adalah dengan cara operasi. Di dalam rongga pinggul anda, masih tertanam sebagian dari batang penis yang merupakan akarnya dan berfungsi sebagai penopang. Bagian dari batang yang masih tertanam itu bisa dikeluarkan dengan operasi. Caranya, kulitnya dimundurkan hingga akar alias sisa batang yang berada di dalam rongga pinggul anda itu berada di luar. Secara otomatis batang penis yang terlihat akan bertambah panjang. Namun pertambahannya paling banter hanya sekitar 3 cm. Sedangkan bila anda ingin memperbesar ukurannya, dokter bisa mengambil lemak yang berada di dalam tubuh anda, lalu dimixer dan disuntikkan ke bawah kulit penis. Jadi, kulitnya yang dipertebal, bukan batangnya.
Dengan kedua cara ini, memang penis anda akan menjadi lebih panjang dan lebih besar, tetapi kondisinya tetap tidak normal. Penis yang panjang karena operasi pengeluaran akarnya ini, tak akan bisa berdiri tegak ketika ereksi. Harus terus dipegangi dan terlihat seperti akan jatuh terus. Anda mungkin pernah nonton BF dan melihat penis bintangnya yang panjang tapi tak bisa berdiri tegak. Itulah dia! Sedangkan bila penisnya diperbesar dengan suntikan lemak yang dimixer tadi, bentuk penisnya akan jelek, tidak kokoh, dan berkerut-kerut walau sedang dalam kondisi ereksi penuh.
Di Amerika sendiri, operasi pemanjangan dan pembesaran penis ini terus jadi kontroversial. Walaupun sudah diperhitungkan cermat, tapi resiko untuk gagal dan salah yang akan berakibat impotensi permanen tetap ada. Lebih baik terima apa adanya keadaannya penis kita, itulah yang terbaik sampai saat ini.
information cancer, sexual and health of men and women, tips and trick
adsensense champ
Tampilkan postingan dengan label EREKSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EREKSI. Tampilkan semua postingan
Jumat, Januari 27, 2012
Selasa, Januari 18, 2011
21 Hari Ereksi, Pria Ini Nyaris Tewas
Illustrasi
TERKAIT:
CALCUTTA, KOMPAS.com — Seorang pria berusia 55 tahun asal India nyaris meninggal dunia karena mengalami suatu kelainan pada penisnya. Pria itu harus menjalani operasi darurat setelah organ vitalnya itu terus menegang selama lebih kurang 21 hari.
Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dipastikan mengalami impotensi.
”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).
Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra. Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf. Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.
”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.
”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya.
Para dokter di sebuah rumah sakit di Calcutta, India, terpaksa melakukan operasi tersebut untuk menyelamatkan pria tersebut dari penderitaan. Operasi selama satu jam tersebut dilaporkan sukses, tetapi laki-laki yang berprofesi sebagai pengusaha tersebut dipastikan mengalami impotensi.
”Pria ini sudah sangat terlambat untuk mendapatkan pertolongan. Seharusnya ia mendapatkan pengobatan dalam waktu enam jam. Kalau tidak, ia bahkan bisa meninggal dunia. Selain itu, ia juga mengalami kerusakan penis,” ungkap Dr Avishek Mukherjee, seperti dikutip The Sun, Jumat (5/3/2010).
Pria yang namanya tidak diungkap demi melindungi privasinya ini dilaporkan tidak menenggak obat kejantanan Viagra. Para dokter merasa yakin kalau ia mengalami sejenis kelainan yang disebut priapism yang dipicu oleh gangguan dalam sistem saraf. Akibat gangguan ini, aliran darah akan sulit keluar dari penis.
”Selama ereksi, aliran darah akan berhenti,” kata Dr Mukherjee.
”Oleh sebab itu, jika ereksi terjadi lebih dari satu jam, suplai ke penis akan berkurang sehingga akan merusak organ tersebut. Jika aliran ini tetap terhambat untuk jangka waktu yang lama, penis bahkan bisa mengidap penyakit gangren,” katanya.
Jumat, Januari 14, 2011
ANDROPAUSE, PRIA SULIT EREKSI
Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd mengatakan, andropouse digunakan pada beberapa gejala dan berbagai keluhan yang sering dialami oleh kebanyakan pria karena mengalami penurunan kadar hormon testosteron mereka. Hormon testosteron adalah suatu bentuk hormon penting, bahkan bukan hanya untuk pria tetapi juga untuk wanita. Pada umumnya hormon ini dikenal dengan hormon pria, padahal hormon ini juga ada pada wanita.
Hormon testosteron ini sering juga dikenal dengan hormon seks, kenyataannya fungsi hormon ini bukan hanya untuk organ seks. Hormon testosteron sangatlah berpengaruh sebagai fungsi seksual antara pria dan wanita, khususnya untuk dorongan seksual, ereksi pada penis pria dan klitoris wanita, munculnya perlendiran pada vagina, dan rangsangan untuk orgasme. Perlu anda ketahui juga bahwa hormon testosteron sangat berperan untuk fungsi otak, tulang lemak, otot, sistem kekebalan, dan pembentukan darah. Karena itu, apabila mengalami penurunan kadar testosteron, sehingga muncul beberapa gejala dan keluhan-keluhan yang muncul, pada pria ini disebut dengan andropouse.
Pada wanita yang mengalami penurunan kadar hormon testosteron mereka, dapat terjadi sesuai dengan bertambahnya usia. Tetapi khusus pada wanita, gejala yang muncul akibat dari turunnya kadar hormon estrogen dan progesteron, sehingga mereka akan memasuki menopause.
Adanya suatu penurunan kadar hormon testosteron bagi seorang pria akan menimbulkan gejala dan keluhan pada hidup mereka. Pertama, mereka akan mengalami penurunan kenyamanan hidup, fungsi seksualitas, jumlah sel darah merah, massa otot, kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan fungsi kognitif atau berpikir. Kedua, ia juga akan mengalami meningkatnya lemak sehingga mengalami kegemukan pada perut, mengalami penyakit jantung, dan sulit tidur.
Sedangkan yang menyangkut fungsi seksual mereka, akan mengalami beberapa gejala dan keluhan, contohnya, mereka akan mengalmai turunnya dorongan seksual, sehingga perlu waktu lama agar penis dapat melakukan ereksi, ia akan sangat membutuhkan rangsangan secara langsung pada penis agar penis dapat ereksi, berkurangnya rigiditas atau kekakuan saat penis ereksi, menurunya jumlah kuantitas ejakulasi, waktu untuk refrakter akan lama.
Refrakter ialah suatu waktu dimana pria setelah mengalami orgasme dan ejakulasi, hingga ia sanggup kembali untuk melakukan hubungan intim kedua kalinya. Biasanya pria yang mengalami keluhan seksual ini diakibatkan turunnya kadar hormon testosteron bebas, turunnya metabolisme, terjadi proses degenerasi untuk beberapa organ tubuh, dan adanya suatu tingkatan nilai ambang pada hormon testosteron.
Cara untuk dapat lebih meyakinkan apakah pria tengah mengalami andropouse atau tidak, yaitu dengan memeriksakan darah mereka. Dengan melakukan pemeriksaan laboratorium, kita akan tahu rendahnya kadar hormon testosteron.
Setelah pemeriksaan laboratorium, dokter akan melakukan pengobatan hormon, supaya hormon yang berkurang bisa diganti. Pengobatan pada hormon testosteron pria yang menderita andropouse, sangat aman dan tidak akan mengakibatkan hal yang buruk, tentu harus dilakukan dengan profesional. Penanganan profesional bukan berarti hanya diberikan pada kondisi yang tepat tetapi juga kontrol yang teratur sangat perlu dilakukan.
Penanganan untuk hormon testosteron sangat dilarang bagi pria yang menderita kanker kelenjar prostat. Sehingga sebelum melakukan penanganan hormon testosteron, dokter wajib memastikan tidak ada kanker prostat. Ada beberapa cara penanganan hormon testosteron, yaitu melalui suntikan, susuk dibawah kulit, pil, dan krim. Pada setiap cara yang digunakan, ada kelebihan dan kekurangan.
Minggu, November 14, 2010
Ereksi Saat Mimpi Seks (Mimpi Basah)
Hampir semua pria pernah mengalami mimpi seks atau mimpi basah. Dimulai sejak usia 14 atau 15 tahun sampai umur 50 tahun. Pada saat tidur, pria biasanya bermimpi sedang berciuman, berpelukan dan kemudian berusaha melakukan koitus, dan tiba-tiba mencapai puncaknya dan terjadi ejakulasi yang kemudian terbangun dan merasa celananya basah.
Frekuensi mimpi seks (wetdream) tidak sama pada setiap orang dan setiap usia. Ada yang satu kali dalam dua hari atau satu kali dalam tiga hari, umumnya paling sedikit satu kali seminggu.
Pria usia muda sangat sering bermimpi seks. Makin bertambah usia seorang pria makin jarang dia bermimpi seks. Apalagi jika masturbasi cukup sering dilakukan misalnya sekali dalam dua hari, biasanya sehabis melakukan masturbasi malamnya tidak bermimpi seks lagi. Tetapi besoknya kemungkinan besar akan mendapat mimpi seks lagi.
Pada pria yang sudah menikah, mimpi seks bisa terjadi jika dalam 3 hari tidak melakukan hubungan seks. Ada yang mengalami lebih jarang dan ada yang lebih sering. Keadaan itulah tanda yang sehat seksual.
Didalam mimpi, penis dirasakan ereksi, tetapi seberapa kuat ereksi penis saat mimpi sulit diketahui. Waktu mimpi seks sangat singkat antara bercumbu koitus dalam mimpi. Lagi pula pada waktu bermimpi orang sedang tidur, hanya dalam mimpi terasa ereksi lalu koitus dan ejakulasi. Tetapi berapa kuat ereksinya, tidak pernah benar-benar bisa disadari pada waktu itu. semua pria menikmati mimpi seks karena itu sesuatu kenikmatan yang tinggi dan kadang-kadang sesuatu hiburan bila kebetulan tidak mempunyai pasangan. (NL Tobing)
Langganan:
Postingan (Atom)
